LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Lebak Fraksi PDIP, Tika Kartika Sari, prihatin dengan maraknya aksi tawuran antarpelajar di Kabupaten Lebak. Juli hingga awal Agustus 2025, terjadi tiga kasus tawuran antarpelajar.
Rentetan kasus tersebut, dimulai dari seorang siswa SMK di Rangkasbitung yang menyerang siswa SMKN 2 Pandeglang di Jalan Rangkasbitung-Pandeglang.
Aksi tersebut terekam kamera CCTV warga dan viral di media sosial pada 29 Juli 2025.
Peristiwa kedua terjadi antara siswa SMK Kalanganyar dengan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Rangkasbitung.
Adu fisik yang berlangsung di area sekitar galian pasir di Kecamatan Cimarga, pada 31 Agustus 2025.
Tak kalah memprihatinkan, duel pelajar juga terjadi di wilayah Cibadak antara siswa SMP Cibadak dengan SMP Kalanganyar. Aksi yang terjadi di dekat lingkungan permukiman warga pada 7 Agustus 2025.
“Miris dan menyedihkan. Salah satu bukti kegagalan pendidikan. Bukan soal darurat atau tidak, tawuran harusnya tidak terjadi sama sekali,” kata Tika kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 10 Agustus 2025.
Ia menegaskan, Pemkab Lebak harus segera bertindak dengan maraknya kejadian yang saat ini terus berulang dan semakin memprihatinkan.
“Pemda harus memberikan atensi khusus dengan melibatkan peran orangtua, pendidik dan lembaga hukum,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam mencegah maraknya aksi tawuran antarpelajar dengan menggencarkan aksi sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah secara berkala dan rutin.
“Caranya yaitu dengan meningkatkan sosialisasi dan edukasi bahaya tawuran di sekolah-sekolah, menghimbau orang tua untuk berperan mengawasi pergaulan anak-anaknya serta meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











