PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aneka kerajinan tangan berbahan kayu jati dari UMKM Cikadu, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, menjadi buruan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Tanjung Lesung Resort Hotel.
Kerajinan kayu merupakan seni dan keterampilan membuat berbagai macam produk dari bahan kayu melalui proses pengolahan dan pembentukan tangan manusia. Produk kerajinan kayu sangat beragam, mulai dari perabot rumah tangga, dekorasi, mainan, hingga aksesoris.
Kerajinan kayu menggunakan berbagai jenis kayu sebagai bahan baku utama, seperti kayu jati, mahoni, sonokeling, trembesi, dan lain-lain.
Pelaku UMKM setempat, Eneng, mengatakan souvenir kayu buatan pengrajin Cikadu laris manis di kalangan turis asing. Produk yang ditawarkan mulai dari talenan, asbak, lumpang, spatula, centong, gelas, cobek, hingga kotak tisu.
“Iya, yang paling laris dan paling dicari turis asing itu talenan. Kalau produk lainnya seperti asbak, lumpang, spatula, centong, gelas, cobek, dan kotak tisu masih relatif, tapi talenan yang paling banyak dibeli,” kata Eneng, Selasa 12 Agustus 2025.
Eneng mengakui, dukungan dari pihak Tanjung Lesung Resort Hotel yang menyediakan ruang khusus bagi UMKM membantu mendongkrak penjualan.
“Alhamdulillah, dengan dukungan tempat dari Tanjung Lesung Resort Hotel penjualan lebih lancar. Omzet kita bisa naik hingga 80 persen,” ujarnya.
Food and Beverage Manager Tanjung Lesung, Agus Dwi Prasetyo, mengatakan penyediaan tempat bagi pelaku UMKM merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
“Iya, ini bentuk dukungan supaya UMKM di sekitar Tanjung Lesung bisa naik kelas dan menjual produknya di sini,” kata Agus.
Agus menegaskan, pihaknya akan terus memberikan ruang bagi UMKM lokal, baik yang memproduksi souvenir maupun kuliner khas daerah.
“Kami akan mendukung penjualan produk lokal seperti oleh-oleh dan souvenir, karena itu banyak dicari tamu yang datang ke Tanjung Lesung,” terangnya.
Editor: Bayu Mulyana











