SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Meskipun sudah memasuki musim kemarau, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor masih mengintai wilayah Kota Serang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mengeluarkan imbauan serius kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang tak lazim ini.
Fenomena cuaca yang disebut kemarau basah menjadi penyebab utama. Di musim kemarau ini, intensitas hujan masih cukup tinggi, bahkan kerap mengguyur dengan durasi panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah sesuai dengan prediksi BMKG.
“Mengutip dari BMKG, ini musim kemarau tapi kemarau basah. Jadi dalam kondisi kemarau masih ada hujan, seperti halnya kemarin,” ujarnya, Kamis 14 Agustus 2025.
Mengantisipasi potensi bencana, BPBD telah menerapkan strategi dua lapis: pencegahan dan kesiapsiagaan. Langkah awal dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan, edukasi masyarakat, hingga aksi langsung di lapangan seperti pembersihan sungai.
Salah satu fokus utama adalah DAS (Daerah Aliran Sungai) Cibanten yang sering menjadi pemicu banjir akibat penyumbatan.
“Teman-teman saat ini sedang mengecek ke Kidemang, kita turun untuk membersihkan Sungai Cibanten,” kata Diat.
Sementara dari sisi kesiapsiagaan, BPBD memastikan seluruh peralatan, personel, dan logistik sudah disiagakan jika bencana sewaktu-waktu terjadi.
“Apabila terjadi banjir, kita sudah siap dari sisi alat, personel, sampai bantuan logistik,” tegasnya.
BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca harian dan memperkuat koordinasi dengan pihak kelurahan serta relawan bencana untuk deteksi dini di tingkat komunitas.
Dengan intensitas hujan yang tak menentu dan meningkatnya risiko hidrometeorologi, masyarakat diimbau aktif menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke saluran air, dan segera melapor jika melihat potensi bahaya.
Editor: Merwanda











