JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah meningkatnya tekanan terhadap sektor keuangan agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI resmi menandatangani kerja sama strategis dengan WWF-Indonesia. Kolaborasi ini menandai langkah konkret PT SMI dalam membawa isu keberlanjutan ke jantung aktivitas pembiayaan pembangunan nasional.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah dan CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda di Gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta. Hadir menyaksikan Kepala Direktorat Keuangan Berkelanjutan OJK Joko Siswanto. Demikian isi siaran pers yang diterima redaksi RADARBANTEN.CO.ID.
Kolaborasi ini fokus pada penguatan bisnis dan pembangunan yang sadar alam. Sebab, lebih dari separuh ekonomi dunia bergantung pada ekosistem yang sehat. Data World Economic Forum mencatat sekitar US$ 44 triliun—lebih dari 50 persen PDB global—bergantung pada jasa alam.
“Sebagai lembaga pembiayaan pembangunan, kami sadar betul aktivitas kami punya dampak ke alam. Karena itu, kolaborasi ini penting untuk membantu kami merencanakan dan menjalankan praktik bisnis yang memberi dampak positif ke lingkungan,” kata Reynaldi.
Dalam kerja sama ini, PT SMI dan WWF-Indonesia tidak hanya akan melakukan pelatihan dan asistensi teknis, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan keuangan yang memasukkan aspek lingkungan ke dalam kerangka regulasi. Salah satunya dengan mulai menguji penerapan Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD), standar pelaporan keberlanjutan yang kini mulai diadopsi secara global.
PT SMI menjadi lembaga pembiayaan pertama di Indonesia yang menguji TNFD, dengan tujuan memperkuat ketahanan bisnis, meminimalkan risiko lingkungan, dan membuka peluang pendanaan berkelanjutan.
CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda menyambut baik langkah ini. “Ini adalah langkah besar untuk mendorong transformasi lembaga keuangan agar makin peduli lingkungan,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari OJK. Kehadiran otoritas keuangan ini menunjukkan pentingnya inisiatif semacam ini untuk dijadikan referensi nasional.
“Hasil uji coba ini bisa memberi masukan bagi regulator dan pelaku industri yang akan menerapkan standar pelaporan keberlanjutan baru,” ujar Joko Siswanto.
Dengan bergabungnya PT SMI ke dalam jajaran pengguna awal TNFD di dunia, Indonesia mengambil posisi penting dalam mendorong sistem keuangan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi juga menjaga keberlanjutan alam.
Editor: Merwanda











