LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ikatan Pegawai Non-ASN (IPNA) Kabupaten Lebak angkat bicara soal kemunculan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tidak jelas asal-usulnya. PPPK siluman itu tengah menjadi sorotan publik di Kabupaten Lebak.
PPPK siluman terungkap setelah sejumlah pegawai non-ASN menemukan adanya nama-nama baru dalam daftar usulan PPPK yang tidak pernah tercatat sebelumnya. Hal itu menimbulkan tanda tanya besar, karena banyak pegawai non-ASN yang sudah mengabdi selama piluhan tahun justru belum mendapat kepastian status kepegawaian.
Ketua IPNA Kabupaten Lebak, Bahri Permana, pun meminta BKPSDM Lebak melakukan uji publik data usulan PPPK paruh waktu sebelum diusulkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI.
Menurutnya, ini sangat penting agar seluruh pegawai non-ASN dapat mengecek kembali data-data mereka yang diusulkan. Jika ada yang tertinggal atau kesalahan data, mereka pun masih ada kesempatan memperbaiki sebelum diusulkan ke Kemenpan RB.
“Banyak permintaan dari para pegawai non-ASN ke kami agar BKPSDM melakukan uji publik data usulan PPPK paruh waktu, karena sampai dengan saat ini mereka belum bisa mengecek, apakah data mereka sudah masuk atau belum ke BKPSDM. Mereka khawatir tidak terusulkan ke Kemenpan RB mengingat jumlah non-ASN yang diusulkan mencapai ribuan pegawai,” ujar Bahri kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 20 Agustus 2025.
Bahri menegaskan, uji publik data usulan PPPK paruh waktu merupakan wujud dari transparansi manajemen kepegawaian yang menjadi prinsip dari penerapan pemerintahan yang baik (good governance).
Ia yakin, melalui uji publik data inilah hal-hal yang tidak diharapkan dapat terantisipasi, salah satunya antisipasi adanya oknum yang menyusupkan honorer siluman.
“Banyak pegawai non ASN yang khawatir adanya honorer siluman yang diusulkan jadi PPPK paruh waktu. Oleh karena itu, kami meminta BKPSDM melakukan uji publik data usulan, sehingga para pegawai non-ASN bisa mengecek dan mengawal sebelum datanya disampaikan ke Menpan RB, mudah-mudahan di Lebak tidak ada honorer siluman,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











