LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – RSUD Adjidarmo akan mulai menerapkan KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) pada 31 Desember 2025.
Rumah sakit plat merah milik Pemkab Lebak ini menyiapkan 240 tempat tidur termasuk tempat tidur intensif untuk melayani pasien rawat inap.
Direktur RSUD Adjidarmo Budhi Mulyanto mengatakan, semestinya penerapan KRIS di RSUD Adjidarmo mulai 30 Juni 2025. Namun, akan mulai diimplementasikan Desember 2025 mendatang.
“Saat ini, jumlah tempat tidur sudah menyesuaikan dengan KRIS. Ada 240 tempat tidur termasuk tempat tidur intensif,” kata Budhi kepada Radar Banten, Kamis 21 Agustus 2025.
Dia mengatakan, penerapan KRIS dipastikan akan berimbas pada masa tunggu di IGD menjadi lebih lama. Dimana, rata-rata pasien di IGD 50 orang per hari. Karena ruangan atau tempat tidur menjadi berkurang dari awalnya 297 tempat tidur menjadi 240.
“Ruang intermediate sudah difungsikan. Ruang transit ini tersedia 27 tempat tidur yang diperuntukan bagi pasien IGD yang kondisinya telah stabil. Ruang transit sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penuhnya IGD,” ujarnya.
Dia mengatakan, pasien-pasien IGD yang sudah stabil dan menunggu ketersediaan ruang rawat inap akan dipindahkan ke ruangan tersebut.
“Tetapi kalau ruang rawatnya sudah tersedia tentu tidak ke ruang transit, jadi langsung saja,” katanya.
Dia menambahkan, dengan penerapan KRIS maka tidak ada lagi sistem kelas satu, dua, dan tiga. Nantinya, setiap ruang perawatan memiliki standar yang sama dengan kapasitas maksimal 4 tempat tidur.
“Iya semua sama. Nantinya cuma ada kamar standar, VIP dan VVIP. Saat ini masih disesuaikan dengan hak kelas. Cuma jumlah tempat tidur di kelas 3 saja yang disesuaikan jadi maksimal 4 tempat tidur dalam 1 ruang. Nantinya kelas 1 dan kelas 2 ditambah juga tempat tidurnya,” katanya.
Editor: Mastur Huda











