PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Delapan bulan terakhir, wisatawan yang berkunjung ke Kampung Domba di Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Banten, ada 12.828 orang. Kunjungan wisatawan ini diketahuinl berdasarkan tiket masuk yang terjual saat libur panjang maupun akhir pekan.
Salah satu pengelola Kampung Domba, Ade Kholik, mengatakan bahwa jumlah wisatawan tahun ini masih fluktuasi. Faktor cuaca dan akses jalan menjadi hal yang paling memengaruhi kunjungan wisatawan.
“Kalau dirata-ratakan per bulan, sekitar 3.000 sampai 4.000 pengunjung. Biasanya paling ramai Sabtu dan Minggu. Kalau hujan, pengunjungnya otomatis menurun,” ungkapnya, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Ade menyebut, wisatawan di Kampung Domba tidak hanya berasal dari Pandeglang, melainkan juga dari daerah lain di Banten dan luar Banten, bahkan wisatawan asing.
“Ada yang datang dari Rangkasbitung, Serang, Tangerang, sampai Bogor. Wisatawan dari luar negeri juga pernah ke sini, seperti dari Korea dan China,” jelasnya.
Menurutnya, daya tarik utama Kampung Domba adalah alamnya yang masih asri. Kampung ini sering menjadi pilihan wisata keluarga maupun tempat berkumpul bersama teman.
Meski cukup stabil dalam menarik kunjungan, Ade mengakui, infrastruktur jalan menuju Kampung Domba masih menjadi tantangan besar. Jalan yang menanjak dan berlubang membuat wisatawan kurang nyaman.
“Kalau akses jalannya bagus, pasti lebih banyak yang datang. Harapannya pemerintah bisa bantu memperbaiki infrastruktur ini,” katanya.
Kampung Domba dinilai ikut mendorong ekonomi masyarakat sekitar. Sebagian besar tenaga kerja yang mengelola kedai maupun merawat lingkungan berasal dari warga setempat.
“Total ada sekitar 12 orang yang bekerja di sini, semua dari masyarakat lokal. Jadi ada manfaat langsung bagi warga,” ungkap Ade.
Terkait target kunjungan hingga akhir tahun, pihak pengelola belum menargetkan angka tertentu. Fokusnya saat ini adalah menjaga kualitas layanan dengan sumber daya manusia yang ada.
“Kalau kunjungan terlalu banyak tapi SDM terbatas, takutnya pelayanan kurang maksimal. Jadi sekarang fokusnya lebih ke pemeliharaan fasilitas, seperti kursi, meja, dan tanaman supaya tetap nyaman,” kata Ade.
Ade menambahkan, dukungan dari pemerintah daerah masih terbatas. Ia berharap ke depan ada sinergi lebih kuat antara pengelola, masyarakat, dan Pemkab Pandeglang untuk mengembangkan potensi wisata di kawasan Gunung Karang.
“Harapannya bisa kompak antara masyarakat dan pemerintah untuk membangun infrastruktur dan mengembangkan potensi wisata di Pandeglang. Kalau ada kolaborasi, minat wisatawan pasti meningkat,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











