LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus berupaya menekan angka stunting di daerah yang dipimpin Bupati Hasbi Jayabaya.
Berdasakan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak hingga September 2025 stunting di Kabupaten Lebak mencapai 4.432 anak dari 100.248 balita yang sudah diinput ke aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).
“Ya, Pemkab Lebak komitmen menurunkan dan mencegah stunting ini, untuk menghasilkan generasi penerus yang sehat, cerdas dan produktif. Tentunya, pengentasan atau zero stunting masih menjadi salah satu fokus pemerintah daerah menuju Indonesia Emas 2045,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Endang Komarudin, Kamis 28 Agustus 2025.
Dia mengatakan, untuk menekan angka stunting di Kabupaten Lebak, diperlukan kesadaran semua pihak, tidak hanya oleh satu Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tapi dilakukan keroyokan oleh semua OPD.
“Stunting tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak yang disebabkan kurang gizi kronis, namun ditengarai berpengaruh kepada tidak maksimalnya perkembangan otak anak, hingga mempengaruhi kemampuan belajar dan mental. Karenanya, penangnannya tidak bisa diurus oleh salah satu OPD saja, harus dikeroyok bareng-bareng. OPD-OPD terkait harus bersama sama. Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan Stunting perlu dilakukan dari hulu sampai ke hilir. Untuk itu, Pemkab Lebak terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi Stunting,
Penurunan stunting di Lebak juga tidak terlepas dari banyaknya program prioritas daerah untuk mempercepat penurunan stunting di Lebak. Dimana, Pemkab Lebak terus menerus meningkatkan kapasitas para pelaksana di lapangan, mulai dari pembinaan kader pembangunan manusia, evaluasi pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Kami terus melakukan pendampingan terhadap keluarga, pelatihan tematik pekarangan lestari, pengawasan keamanan pangan, peningkatan posyandu dan Kampung KB responsif stunting, bimbingan perkawinan terpadu (Depag-KB-Kes) dan juga penguatan peran duta genre pada pencegahan stunting dari hulu,” katanya.
Editor: Mastur Huda











