PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Bangkonol, Kabupaten Pandeglang, melakukan penjagaan ketat di pintu masuk Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bangkonol.
Aksi ini dilakukan pasca pembatalan MoU pengelolaan sampah antara Pemkab Pandeglang dengan Pemkot Tangerang Selatan.
Diketahui, penjagaan dilakukan untuk mencegah adanya truk sampah dari luar daerah yang masih mencoba membuang sampah di TPA tersebut.
“Kita tetap blokade karena masih ada mobil dari luar masuk. Mereka bayar Rp20 ribu per mobil. Itu bukan sekali, tapi berkali-kali. Sampahnya dari Jakarta, bukan Tangsel,” kata Ahmad Yani, Rabu 10 September 2025.
Menurut Ahmad Yani, jenis kendaraan yang pernah mencoba masuk di antaranya mobil boks dan truk colt diesel. Namun warga berhasil memukul mundur kendaraan tersebut.
“Kita sudah kasih peringatan keras. Nggak ada lagi mobil dari luar boleh masuk,” tegasnya.
Ahmad menyebut sedikitnya lima warga berjaga setiap hari, jumlahnya bisa bertambah hingga 15 orang karena melibatkan tiga desa sekitar. Penjagaan akan terus dilakukan sampai ada kebijakan baru dari Pemkab Pandeglang.
“Kita akan terus berjaga sampai ada kebijakan baru. Kalau perlu, kita siap mengelola lewat KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) biar lebih maksimal,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, bahwa Pemkab Pandeglang telah memastikan pembatalan MoU pengelolaan sampah dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan resmi dibatalkan.
Editor: Abdul Rozak











