SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten masih jauh dari target yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Hingga September 2025, penerima manfaat baru mencapai sekitar 20 persen dari total sasaran.
Asda I Pemprov Banten, Komarudin, mengatakan bahwa kondisi ini disebabkan beberapa kendala teknis.
“Data penerima manfaat belum sinkron, jumlah SPPG masih sedikit, dan koordinasi antarinstansi belum berjalan optimal. Ini yang menyebabkan realisasi di lapangan lambat,” ungkapnya.
Meski menghadapi banyak persoalan, Pemprov Banten optimistis, realisasi MBG bisa dipacu.
“Kami sudah sepakati membentuk sekretariat bersama, bertukar informasi lewat grup koordinasi, dan menggelar rapat berkala. Targetnya, Oktober nanti minimal sudah di atas 70 persen,” tegas Komarudin.
Kepala SPPG sekaligus Koordinator Kecamatan Balaraja, Bagas Priya Nugraha, menambahkan bahwa masih banyak dapur MBG yang belum lolos verifikasi.
“Penerima manfaat baru 20 persen, sementara sekitar 40 persen masih dalam tahap verifikasi. Kami harus hati-hati, karena setiap dapur wajib memiliki ahli gizi dan akuntan,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Lukman, menyebutkan bahwa hingga kini, baru sekitar 270 SPPG yang beroperasi dari target 1.240 unit.
“Data penerima terus diperbarui lewat Dapodik. Kami juga mendorong sekolah-sekolah dengan jurusan kuliner agar bisa dilibatkan sebagai dapur MBG,” tutur Lukman.
Editor: Agus Priwandono











