PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Biaya manasik haji yang akan diselenggarakan oleh Organisasi Mitra (Ormit) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang dikeluhkan oleh wali murid.
Berdasarkan informasi diterima oleh Radar Banten, bahwasannya Ormit Disdikpora yang terdiri dari Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) akan melaksanakan kegiatan manasik haji tingkat Kabupaten Pandeglang.
Belum diketahui secara pasti waktu dan lokasi manasik haji diselenggarakan oleh Ormit Disdikpora. Namun wali murid mengeluhkan biaya manasik haji berkisar Rp300 Ribu sampai Rp500 Ribu per siswa.
Biaya manasik haji sebesar itu, cukup membebani wali murid karena ekonomi saat ini dalam masa sulit.
Kegiatan yang membebani wali murid ini bertentangan dengan instruksi Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani. Dimana Bupati Pandeglang, Dewi Setiani, mengimbau sekolah untuk tidak mengadakan perpisahan berlebihan dan membebani wali murid dengan biaya.
Salah satu wali murid TK asal Kecamatan Carita, Ys menyatakan, keberatan dengan biaya manasik haji.
“Saya keberatan karena biayanya cukup besar. Untuk bisa ikut itu dikenakan Rp500 ribu per satu siswa,” katanya kepada Radar Banten, Senin, 22 Agustus 2025.
Uang sebesar Rp500 ribu itu sangat membebani. Apalagi di tengah kondisi ekonomi serba sulit begini.
“Apalagi bagi saya, selaku orangtua tak memiliki penghasilan tetap. Uang Rp500 ribu itu bisa untuk menyambung hidup satu bulan, buat beli beras dan telor,” katanya.
Wali murid TK di Kecamatan Mandalawangi yang meminta namanya tidak disebutkan, mengaku terbebani dengan adanya biaya manasik haji sebesar Rp300 ribu per siswa.
“Saya keberatan karena memang ini diduga ada yang memobilisasi. Karena ini tingkat Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Berdasarkan anggaran biaya, bahwa acara manasik haji ini untuk ongkos pulang pergi. Kemudian biaya manasik haji dan berenang di kolam renang.
“Kalau untuk lokasi manasik haji untuk siswa TK dan PAUD di Mandalawangi ini di CAS Water Park Cikole. Di sana memang dilengkapi fasilitas manasik haji dan umroh yang dilengkapi miniatur Kabah,” katanya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang Didin Pahrudin mengatakan, terkait kegiatan sekolah itu sudah ada imbauan dari Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani.
“Jadi jangan sampai sekolah membebani orangtua atau wali murid. Seperti halnya sewaktu sekolah mau mengadakan acara perpisahan sudah di imbau untuk tidak mengadakan perpisahan berlebihan dan membebani wali murid dengan biaya,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











