PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Tb Agus Khatibul Umam mengaku, sempat merasakan naik Kereta Api Uap Rangkasbitung-Labuan pada tahun 1970-1980-an.
Perjalanan menaiki Kereta Api Rangkasbitung-Labuan naiknya dari Stasiun Labuan dan Stasiun Kalumpang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Perjalanan KA Stasiun Labuan, Kalumpang, Babakanlor, Menes, Kananga, Sodong, Saketi, Cikaduwen, Cipeucang, Sekong, Kadukacang, Cimenyan, Cibiuk, dan Stasiun Pandeglang.
Lalu dilanjutkan perjalanan Stasiun Pasirtangkil, Cibuah, Warunggunung, dan Stasiun Rangkasbitung.
Menurut Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Tb Agus Khatibul Umam mengatakan, perjalanan naik Kereta Api Uap saat dirinya masih kecil.
“Waktu dulu sangat menyenangkan. Kita merasakan naik kereta perjalanan dari Stasiun Labuan ke Stasiun Pandeglang dan ke Stasiun Rangkasbitung,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon selulernya, Minggu, 28 September 2025.
Ketua Dewan menjelaskan, waktu dulu itu Kereta-nya belum canggih. Kemudian belum dilengkapi kursi duduk yang disekat-sekat.
“Dulu itu gerbong ngeblong aja. Hanya bisa taro barang-barang aja,” katanya.
Waktu dulu itu, Ia naik Kereta dari Stasiun Labuan dan terkadang di Stasiun Palumpang, Kecamatan Labuan.
“Saya dulu itu, masih kecil diajak sama orangtua, beberapa kali naik kereta,” katanya.
Kereta Api dulu itu, bawa orang dan barang-barang. Barangnya berupa apa saja.
“Jadi keberadaan Kereta Api menjadi alternatif transportasi selain angkutan umum saat mau ke kota,” katanya.
Ketua Dewan, berharap jalur Kereta Api Rangkasbitung-Labuan kembali beroperasi lagi.
“Biar kita bisa memilih alternatif angkutan. Bisa naik kereta bisa memilih naik mobil, bisa naik Kereta dari Stasiun Labuan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











