CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Polres Cilegon menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) di depan Kantor Walikota Cilegon, Kamis 2 Oktober 2025.
Latihan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi unjuk rasa di Kota Cilegon tahun 2025.
Simulasi dipimpin Kapolres Cilegon, AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga. Ia menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesiapan aparat menghadapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Dalam situasi apapun aparat penegak hukum bersama pemerintah harus berkolaborasi memberikan perlindungan dan jaminan keamanan kepada masyarakat. Kehadiran kita untuk mengawal aspirasi sekaligus menjaga stabilitas daerah agar kondusif,” ujar Kapolres.
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasdim 0623/Cilegon Mayor Inf Uung Nugraha, Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan, Ka Kesbangpol Sri Widiyati, Kasi Intel Kejari Cilegon Nasrudin, serta jajaran OPD.
Skenario simulasi diawali dengan aksi massa yang tidak puas dengan kinerja DPRD. Massa melakukan orasi hingga dorong-dorongan dengan aparat.
Personel Dalmas kemudian mengendalikan situasi secara bertahap, mulai dari persuasif, negosiasi, hingga pembubaran massa.
Polwan dari Sat Binmas juga diturunkan sebagai tim negosiator untuk menenangkan massa melalui dialog humanis. Namun saat situasi memanas, aparat terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap oknum anarkis, sesuai Perkapolri Nomor 1 Tahun 2009.
Kapolres menegaskan, latihan ini bertujuan memastikan personel memahami prosedur dan peran masing-masing. “Penanganan harus profesional, tegas, namun tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia,” katanya.
Selain Polres, simulasi juga melibatkan Kodim 0623/Cilegon, Satpol PP, Dishub, Damkar, Dinkes, serta Pamdal DPRD dan Pemkot Cilegon. Latihan ditutup dengan apel konsolidasi dan evaluasi sebagai penguatan koordinasi lintas instansi.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











