CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus berinovasi menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang cepat, mudah, dan humanis.
Melalui Kecamatan Ciwandan, Pemkot melaksanakan program Pelayanan Duka untuk Akta Kematian (Paduka), di mana warga yang tengah berduka akan langsung menerima akta kematian dan kartu keluarga (KK) terbaru tanpa perlu datang ke kantor dinas.
Kali ini, penerima manfaat program Paduka adalah Maemunah, warga Lingkungan Tegal Buntu, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan.
Program tersebut disampaikan langsung oleh Camat Ciwandan, Agus Ariyadi, di kediaman Maemunah pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Agus menjelaskan, program Paduka merupakan arahan langsung dari Wali Kota Cilegon, Robinsar, yang bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan meski dalam kondisi berduka.
“Hari ini kami mengambil berkas di Disdukcapil. Sesuai arahan Pak Wali, ada program baru yaitu Paduka atau Pelayanan Duka Akta Kematian. Program ini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang berduka,” ujar Agus.
Ia menambahkan, proses penerbitan akta kematian dan KK baru dilakukan setelah adanya laporan dari RT dan diketahui oleh lurah setempat. Dengan sistem ini, keluarga tidak perlu mengurus sendiri ke kantor Disdukcapil.
“Lima hari yang lalu Pak Fuadi, suami Ibu Maemunah, telah meninggal dunia. Kita doakan almarhum mendapat tempat terbaik. Melalui program Paduka ini, akta kematian dan KK baru langsung kami serahkan,” katanya.
Sementara itu, Maemunah mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Cilegon atas perhatian dan kemudahan yang diberikan melalui program tersebut.
“Terima kasih kepada Pak Wali dan semua pihak yang sudah membantu. Surat akta kematian dan KK ini insyaallah akan sangat berguna untuk berbagai keperluan,” ucapnya haru.
Program Paduka Cilegon diharapkan menjadi inovasi pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama dalam situasi duka cita, sekaligus memperkuat komitmen Pemkot Cilegon dalam menghadirkan layanan berbasis empati dan kemanusiaan.
Reporter: Adam Fadillah











