PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, semakin berkembang. Saat ini, tercatat empat dapur MBG telah beroperasi di wilayah tersebut, menjangkau sejumlah kampung dan sekolah.
Lurah Kabayan, Imat Rokhimat, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG sangat bermanfaat, terutama bagi siswa di sekolah negeri hingga pondok pesantren, dan berharap program ini bisa diterapkan merata di semua kelurahan.
“Ini terpusatnya di Kelurahan kami, Kabayan. Dari empat dapur MBG itu, dua berada di Kampung Cikaung, satu di belakang kantor kelurahan, satu lagi di Pasir Kalapa, dan satu di Kumalirang,” ungkap Imat Rokhimat, Kamis 9 Oktober 2025.
Dijelaskannya, dapur MBG di Kumalirang bahkan sempat dijadikan percontohan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes).
Ia menambahkan, bertambahnya jumlah dapur MBG diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor di tingkat kelurahan, sehingga pembagian makanan bergizi lebih merata dan tidak terjadi tumpang tindih kuota antarwilayah.
“Kalau semua lintas sektor bisa duduk bareng, koordinasi akan lebih mudah. Termasuk pelaksanaan SPPG tidak akan kesulitan. Jadi semua RT/RW dan tiga pilar bisa digerakkan,” kata Imat.
Namun, di balik apresiasi itu, Imat juga menyinggung soal rekrutmen tenaga kerja untuk dapur MBG. Ia berharap pembagian tenaga kerja bisa lebih adil, dengan 50 persen berasal dari warga lokal dan 50 persen dari luar wilayah, sehingga manfaat program juga dirasakan masyarakat setempat.
“Punten, ini soal rekrutmen tenaga saja ya. Kalau bisa dibagi 50-50, artinya 50 persen dari luar, 50 persen dari dalam. Misalnya yang dari luar ngontrak tempat di RW, sebaiknya lapor dulu ke RT atau RW setempat dalam 24 jam. Jadi kalau terjadi sesuatu kan enak juga koordinasinya,” pungkasnya.
Sisi positif program MBG jelas terlihat dari keberadaan empat dapur aktif dan percontohan yang sudah mendapat perhatian kementerian.
Sementara, catatan soal rekrutmen tenaga kerja menjadi pengingat penting agar program tetap berpihak pada warga lokal, menjaga keseimbangan antara efektivitas operasional dan kepentingan masyarakat setempat.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











