PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat, sepanjang 2025 pihaknya telah menebang 40 pohon rawan tumbang.
Penebangan dilakukan karena banyak pohon besar di tepi jalan berisiko roboh, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBDPK Pandeglang, Lilis Sulistiyati, mengatakan penebangan dilakukan berdasarkan identifikasi pohon berisiko tinggi dan permintaan dari pihak desa maupun kecamatan di wilayahnya.
“Penebangan pohon ini latar belakangnya dari kejadian bencana dan juga permintaan masyarakat yang khawatir. Sejak Januari hingga Oktober, sudah ada 40 pohon yang ditebang,” ungkap Lilis, Selasa 14 Oktober 2025.
Rinciannya, pohon ditebang di delapan kecamatan itu diantaranya Saketi (4 pohon), Cisata (1 pohon), Majasari (5 pohon), Banjar (5 pohon), Carita (6 pohon), Kaduhejo (6 pohon), Cimanuk (5 pohon), Cadasari (6 pohon), dan Pandeglang (2 pohon).
Mayoritas pohon yang ditebang berukuran besar dan sudah lapuk di batang atau akar, sehingga rawan tumbang.
“Khusus di Cimanuk, ada pohon besar yang dahannya menjuntai ke jalan. Kalau tidak segera ditebang, bisa menimpa kendaraan yang lewat,” tambahnya.
BPBDPK Pandeglang bekerja sama dengan Dinas PUPR Provinsi Banten, Dinas Lingkungan Hidup, Perkim, PLN, Telkom, serta unsur kecamatan dan Polsek setempat dalam pelaksanaan penebangan.
Menurut Lilis, kegiatan ini bukan program rutin tahunan, melainkan langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem.
Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan pohon rawan tumbang melalui call center Pusdalops BPBDPK Kabupaten Pandeglang.
“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Mereka biasanya langsung melapor kalau ada pohon condong atau membahayakan. Setiap laporan kami cek lapangan,” kata Lilis.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kondisi pohon di sekitar permukiman atau jalan raya, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
“Kalau melihat pohon mulai condong atau lapuk, segera laporkan ke Pusdalops BPBDPK. Kami siap menindaklanjuti agar tidak menimbulkan korban atau kerugian,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











