• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Malaria Impor Mencapai 16 Kasus, RSUD Malingping Paling Banyak Temukan Kasus Malaria

Nurabidin by Nurabidin
Rabu, 15 Oktober 2025 21:59
in Berita Utama, Kesehatan, Lebak
0
Malaria Impor Mencapai 16 Kasus, RSUD Malingping Paling Banyak Temukan Kasus Malaria

Plt Kepala Dinkes Lebak Endang Komarudin

0
SHARES
50
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak 16 kasus Malaria impor ditemukan di Kabupaten Lebak. Dari belasan kasus malaria itu RSUD Malingping paling banyak ditemukan mencapai 10 kasus.

kemudian 2 kasus di Puskesmas Pajagan, RSUD Ajidarmo, RS Kartini, Puskesmas Cihara dan Bayah masing-masing 1 kasus.

Kabupaten Lebak sebenarnya tahun 2021 telah berstatus eliminasi sehingga bukan merupakan wilayah endemis nyamuk penyebab malaria.

“Ya, 16 penderita malaria impor ini merupakan warga Lebak yang berpergian ke luar Lebak yang masih banyak ditemukan kasus malaria seperti Papua, Papua Tengah dan Sumatera Utara,” ungkap Kasi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lebak Rohmat Puji Raharjo, Rabu 15 Oktober 2025.

Menurutnya, kondisi itu disebut sebagai kasus impor, yakni penderita tertular di luar daerah, lalu kembali ke kampung halaman dalam kondisi membawa parasit malaria.

“Tidak ada kasus malaria penularan lokal karena Kabupaten Lebak sudah dinyatakan sebagai wilayah eliminasi malaria tahun 2021,” jelasnya.

Meski bukan daerah endemis, Dinkes tetap menyiagakan layanan pengobatan malaria di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Lebak.

Ia menyebut pengobatan bisa dilakukan secara efektif, tetapi malaria memiliki sifat kambuhan.

“Alhamdulilah, kematian ngga ada di lebak karena kasus segera ditangani mendapatkan obat malaria yang tepat sesuai pedoman,” ujarnya.

Plt Kepala Dinkes Lebak Endang Komarudin menambahkan, penderita yang sebelumnya sembuh masih berpotensi mengalami serangan ulang dalam rentang waktu beberapa tahun, terutama jika daya tahan tubuh menurun.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perjalanan ke daerah endemis malaria untuk selalu menggunakan lotion anti nyamuk pada malam hari, menggunakan baju lengan panjang dan tidak keluar rumah pada malam hari karena nyamuk anopheles sebagai vektor malaria akan menggigit pada waktu malam hari (jam 18.00 s.d 06.00),” katanya.

Sementara untuk warga Kabupaten Lebak yang baru pulang dari daerah endemis malaria, jata Endang agar memeriksakan diri ke Pusekesmas terdekat untuk dilakukan skrining malaria terutama pada semua orang yang datang dengan gejala demam, menggigil, berkeringat, sakit kepala.

“Bila dirasakan ada gejala-gejala sakit cepat periksakan diri ke Puskesmas,” tukasnya.

Menurutnya, Dinkes juga rutin melakukan surveilans dan pemantauan terhadap tempat perindukan nyamuk, serta melakukan tracing atau pelacakan kontak erat kepada keluarga jika ditemukan kasus baru.

“Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, terutama menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin,” katanya.

Reporter: nurabidin

Editor: Agung S Pambudi

Tags: Dinkes Lebakeliminasi malariaMalariamalaria imporPemkab LebakPHBSpuskesmas pajaganrsid adjidarmoRSUD Malingping
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Rangkaian HUT Kabupaten Tangerang, Kecamatan Sepatan Adakan Santunan Anak Yatim

Next Post

Kepala Inspektorat Cilegon Kembali Diasesmen, BKPSDM Akui Ada ‘Perbedaan Tafsir’ Regulasi

Next Post
Kepala Inspektorat Cilegon Kembali Diasesmen, BKPSDM Akui Ada ‘Perbedaan Tafsir’ Regulasi

Kepala Inspektorat Cilegon Kembali Diasesmen, BKPSDM Akui Ada 'Perbedaan Tafsir' Regulasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Polda Banten Amankan Truk Bawa 150 Ribu Benih Lobster di Tol Tangerang-Merak

Polda Banten Amankan Truk Bawa 150 Ribu Benih Lobster di Tol Tangerang-Merak

by Fahmi
Senin, 7 September 2026 08:57
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Polda Banten mengamankan sebuah truk yang mengangkut 150 ribu benih bening lobster (BBL) di Jalan Tol Tangerang-Merak,...

Ahmad Muhibbin Sebut CKG Jadi Bukti Negara Hadir Jaga Kesehatan Rakyat

Ahmad Muhibbin Sebut CKG Jadi Bukti Negara Hadir Jaga Kesehatan Rakyat

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 7 September 2026 07:52
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin menyebut kesehatan merupakan modal utama masyarakat untuk menjalankan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.