KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID -Kreativitas warga Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, patut diacungi jempol. Melalui kolaborasi antara Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sukaasih dan Bank Sampah Kampung Pemasyarakatan (Kampas), limbah rumah tangga berupa minyak jelantah berhasil disulap menjadi lilin aromaterapi dan sabun batang ramah lingkungan.
Inovasi ini lahir dari semangat warga untuk mengatasi persoalan limbah sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar lingkungan.
Ketua KIM Sukaasih, Sri Hartini, menjelaskan bahwa bahan dasar lilin aromaterapi ini berasal dari minyak jelantah yang dikumpulkan melalui program sedekah sampah masyarakat.
“Proses pembuatannya menggunakan bahan alami seperti parafin atau asam stearat, krayon bekas untuk pewarna, dan minyak esensial dari daun pandan, serai, atau melati untuk menghasilkan aroma terapi yang khas,” ujarnya, Jumat 17 Oktober 2025.
Dengan proses sederhana namun higienis, minyak jelantah yang semula berpotensi mencemari lingkungan kini berubah menjadi lilin cantik dengan aroma menenangkan.
Produk lilin aromaterapi tersebut kini telah dipasarkan di berbagai kegiatan UMKM lokal dan Car Free Day (CFD) di Kota Tangerang dengan harga terjangkau, sekitar Rp20 ribu per buah.
“Kami optimis produk ini akan terus diminati. Selain mengurangi limbah, hasil penjualan juga kami putar kembali untuk kegiatan Bank Sampah Kampas. Jadi manfaatnya bisa kembali ke masyarakat,” tambah Sri Hartini.
Inovasi ini tidak hanya berfungsi mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga menguatkan kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga diajak memahami bahwa limbah masih memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan cara kreatif.
Program KIM Sukaasih dan Bank Sampah Kampas menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan lingkungan yang baik dapat sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Editor: Abdul Rozak











