KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, mengungkap jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjadi pusat pendidikan di Nusantara. Dari lembaga inilah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
“Pesantren telah membentuk karakter anak bangsa. Dari rahim pesantren lahir para tokoh besar, pejuang kemerdekaan, pemimpin umat, dan cendekiawan yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya dalam peringatan Hari Santri Nasional, Rabu 22 Oktober 2025.
Benyamin juga menegaskan bahwa penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri memiliki makna historis yang sangat penting. Tanggal tersebut merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad oleh KH.
Hasyim Asy’ari yang berisi fatwa kewajiban berjihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Resolusi Jihad membakar semangat perjuangan rakyat untuk melawan penjajah. Dari semangat itu lahir peristiwa heroik 10 November 1945 yang kini kita kenang sebagai Hari Pahlawan,” tutur Benyamin.
Ia menambahkan, kini santri tidak hanya berkiprah di dunia pendidikan dan keagamaan, tetapi juga di berbagai bidang seperti pemerintahan, wirausaha, teknologi, hingga diplomasi internasional.
“Banyak santri yang kini membawa nama baik Indonesia di kancah global. Mereka menjadi contoh nyata bahwa nilai-nilai pesantren mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing tinggi,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang dan meneladani peran besar pesantren dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Wali Kota Tangsel menutup pesannya dengan ajakan untuk terus menjaga semangat kebangsaan dan nilai-nilai luhur pesantren dalam membangun bangsa yang berakhlak, berilmu, dan berkemajuan.
Editor: Abdul Rozak











