PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kapolsek Cibaliung IPTU Asep Jamaludin mengungkap kronologis tewasnya seorang pemuda bernama Aang Humaedi (34) di TKP (Tempat Kejadian Perkara) Kampung Rancasadang, Desa Cikalong, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.
Berdasarkan keterangan saksi bahwa peristiwa pembacokan diawali dari cekcok adanya cekcok mulut antara Aang Humaedi dengan Aliyudin alias Duo terkait permasalahan pembelian sawit di Desa Cikalong, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.
Menurut Kapolsek Cibaliung IPTU Asep Jamaludin, kalau kronologinya, menurut keterangan saksi itu, terkait pembelian sawit yang biasanya sama masyarakat itu dibeli sama almarhum Medi, ini tiba-tiba sudah ada duluan Aliyudin ( alias Duo).
“Nah terus di situ terjadi cekcok mulut. Saling berhadapan antara Duo dengan almarhum Medi (Aang Humaedi),” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon selularnya, Senin, 27 Oktober 2025.
Pada saat di TKP, korban Medi tengah bersama dua orang temannya yaitu Eep Saefuloh (25) dan Nadi (24). Sementara Duo saat kejadian tengah seorang diri.
“Jadi satu (Duo) lawan tiga orang. Jadi Duo sama Medi, Aep, dan Nadi gitu,” katanya.
Setelah Medi dan Duo saling berhadapan itu, masing-masing mengeluarkan golok. Lalu terjadilah keributan.
“Si korban atas nama Medi mengalami luka lengan kanan hampir putus, jari telunjuk, jari tengah putus, terus paha, betis, mengalami luka menganga, kalau di kepala enggak ada. Kehabisan darah karena urat nadi tangan sebelah kiri nyaris putus,” katanya.
Lalu, korban luka itu bernama Eep Saefuloh mengalami luka bacok di muka, dari mulai bawah mata sampai bibir dan dagu.
“Satu lagi Nadi kena mata kaki, kena 20 jahitan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











