CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah meningkatnya angka pengangguran di Kota Cilegon, Wali Kota Cilegon Robinsar meminta industri di wilayahnya untuk lebih terbuka memberikan informasi kebutuhan tenaga kerja.
Langkah ini dinilai penting untuk mengoptimalkan serapan tenaga kerja lokal sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia industri.
“Yang paling penting adalah keterbukaan informasi juga dari teman-teman industri. Ini yang mau kita dorong,” kata Robinsar saat diwawancarai Radar Banten di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Selasa 11 November 2025.
Ia mengungkapkan, Pemkot Cilegon telah menjadwalkan job fair pada Desember 2025 sebagai upaya jangka pendek dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“November–Desember ini sudah kita komunikasikan. Kita ingin coba menarik, siapa tahu ada yang nyantol. Jadi nanti Desember kita buat job fair,” jelasnya.
Namun, Robinsar menegaskan, agenda tersebut hanya langkah awal. Untuk jangka panjang, Pemkot ingin mendorong keterbukaan data dan kolaborasi industri agar kebutuhan tenaga kerja bisa diketahui sejak dini.
“Januari sampai tahun depan (2026), saya ingin industri benar-benar terbuka soal kebutuhan tenaga kerja,” ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan pondasi sumber daya manusia (SDM) Cilegon yang unggul dan siap bersaing di dunia industri.
Robinsar menjelaskan, ada dua aspek utama dalam strategi penanganan pengangguran, yaitu pendidikan dan pelatihan kerja.
Ia menilai, dunia pendidikan perlu diarahkan agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. “Potensi gurunya, muatan lokalnya, sampai jurusan di kampus harus disesuaikan dengan kebutuhan industri,” tutur Robinsar.
Robinsar berharap, langkah-langkah tersebut dapat menjadi titik balik penurunan angka pengangguran di Kota Cilegon yang tahun ini mencapai 7,41 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,08 persen.
Editor: Mastur Huda










