LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Aksi pegecoran jalan dilakukan warga Lebak, tepatnya di Kampung Cikareo, Desa Muncang Kopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.
Warga secara swadaya dari dana patungan untuk pengecoran jalan poros desa yang sudah rusak puluhan tahun, Kamis 13 November 2025.
Pengecoran dilakukan warga Lebak tepat di titik tanjakan Lolompong, yang selama ini dikenal sebagai lokasi paling rawan di Kampung Cikareo.
Menurut Aas Munandar salah satu warga Kampung Cikareo, menegaskan aksi patungan ini merupakan bentuk keresahan yang sudah lama dirasakan oleh warga.
Ia mengatakan, kerusakan jalan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga Lebak, tapi juga sering menyebabkan kecelakaan kecil.
“Kami sudah terlalu lama menunggu perbaikan. Karena tidak kunjung ada tanggapan, akhirnya kami memutuskan untuk bergerak sendiri,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, saat berada di lokasi pengecoran jalan.
Ia menilai bahwa langkah gotong royong ini bukan semata-mata bentuk protes, tetapi lebih pada wujud kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mereka.
“Kami sadar, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Pemerintah mungkin sibuk dengan prioritas lain, tapi kami di sini yang merasakan langsung dampaknya,” tambahnya.
Sementara itu, Lani, warga lainnya, mengungkapkan bahwa kegiatan pengecoran ini bertujuan agar masyarakat bisa berkendara dengan nyaman dan aman.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, kondisi jalan yang sebelumnya bergelombang dan berlubang sering membuat kendaraan tergelincir, terutama saat malam hari.
“Sudah sering ada pengendara jatuh di tanjakan itu. Makanya kami sepakat untuk memperbaikinya bersama-sama,” tuturnya.
Editor Daru Pamungkas











