CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Tuduhan intimidasi pada pelaksanaan Temu Karya Karang Taruna Kota (TKKT) Cilegon kian menguat.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Ciwandan, Marhani Syarif, mengaku rumahnya disatroni orang yang tidak dikenal (OTK) hingga menjelang subuh.
Diduga OTK merupakan oknum hingga menjelang subuh, diduga terkait pemaksaan dukungan calon dalam forum TKKT yang digelar di Mangku Farm, Rabu 19 November 2025.
Dalam konferensi pers bersama yang berlangsung di Bintang Laguna, Marhani mengungkapkan pengalaman tidak mengenakkan itu terjadi sejak Selasa malam.
Ia menyebut sejumlah orang mendatangi rumahnya dan menunggu di rumah Marhani hingga sekitar pukul 05.00 WIB.
“Saya dari semalam dikejar-kejar orang, sampai ditunggu di rumah. Sampai jam 5 pagi masih ada yang nungguin,” ujarnya.
Marhani juga menyebut calon yang didorong oleh pihak tertentu sebagai calon prematur, karena belum lama dilantik namun langsung didorong untuk menjadi Ketua Karang Taruna Kota.
Menurutnya, hal ini memperkuat dugaan adanya skenario terstruktur dari oknum provinsi.
“Yang diusung ini prematur. Baru dua hari dilantik sudah disiapkan jadi Karang Taruna Kota. Gak jelas ini,” katanya.
Ia menegaskan intimidasi bukan sekadar isu, melainkan kejadian nyata. Bahkan ia mengaku memiliki bukti terkait arahan dan keberpihakan Karang Taruna Provinsi kepada salah satu calon.
“Jelas ada intimidasi, ada arahan-arahan. Saya siap memberikan bukti bahwa Karang Taruna Provinsi mendukung si A,” ucapnya.
Lebih jauh, Marhani mengungkapkan adanya tekanan yang disebut-sebut juga melibatkan unsur pemerintah daerah.
“Ada arahan Wali Kota harus mendukung si A. Ini sangat luar biasa intimidasinya, sangat tertekan. Pemilihan ini gagal,” tegasnya.
Pernyataan Marhani melengkapi rangkaian protes enam Ketua Karang Taruna Kecamatan yang sebelumnya menyampaikan mosi tidak percaya atas pelaksanaan TKKT di Mangku Farm, yang menetapkan Edi Firmansyah sebagai ketua terpilih.
Mereka menilai seluruh proses berlangsung di bawah tekanan dan tidak mencerminkan mekanisme organisasi mitra pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Karang Taruna Provinsi Banten maupun pihak karateker terkait dugaan intimidasi tersebut.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











