LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Keluhan pedagang kembali mencuat terkait fasilitas Pasar Semi Rangkasbitung yang dinilai belum memadai. Hampir dua pekan menempati lokasi baru, para pedagang mengaku kesulitan beraktivitas karena belum tersedia WC, musala, serta meja jualan yang layak.
Diketahui, pemindahan PKL ke Pasar Semi dilakukan pada Minggu 17 November 2025 lalu, dalam upaya menata kawasan perkotaan Rangkasbitung agar lebih tertib dan nyaman. Namun, kelengkapan fasilitas di lokasi baru disebut belum sesuai kebutuhan para pedagang.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah tidak menampik adanya fasilitas yang belum terpenuhi. Ia menyebut, relokasi tersebut merupakan keputusan bersama dan telah melalui proses sosialisasi selama lima bulan.
“Kita sudah sepakat dengan mayoritas pedagang untuk pindah. Perwakilan kemarin tidak mewakili mayoritas pedagang dan tidak pernah mau ikut sosialisasi yang diadakan selama lima bulan oleh kami,” kata Amir yang juga Ketua Satgas Pemindahan PKL Kalijaga kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 27
Amir menjelaskan, pemerintah daerah akan melakukan pembenahan secara bertahap seiring dengan pengesahan APBD 2026.
“Setelah dipindah, kita baru tahu fasilitas ada yang belum memadai. Makanya kita benahi lagi fasilitasnya tahun depan. Yang penting bisa dagang dulu sambil kita sempurnakan,” ucapnya.
Ia menegaskan, penataan PKL dilakukan untuk kenyamanan seluruh masyarakat, bukan hanya pedagang.
“Semua ingin Rangkasbitung ini tertib, termasuk warga yang melintas Jalan Sunan Kalijaga menuju stasiun. Alhamdulillah sekarang sudah nyaman tidak terganggu PKL yang berdagang di sana,” pungkasnya.
Sementara itu, Saefi, salah satu pedagang Pasar Semi berharap Pemkab Lebak dapat segera memenuhi janji perbaikan fasilitas agar aktivitas jual beli bisa kembali normal.
“Tolong fasilitasnya disegerakan, supaya kita juga nyaman dagang. Kalau tempatnya lengkap dan tertata, pelanggan pasti mau datang,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











