• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Belanja Negara di Banten Alami Penurunan, Ini Penyebabnya

Rostinah by Rostinah
Sabtu, 29 November 2025 08:17
in Berita Utama, Pemerintahan
0
Belanja Negara di Banten Alami Penurunan, Ini Penyebabnya

Peta Provinsi Banten

0
SHARES
65
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kinerja APBN Provinsi Banten hingga 31 Oktober 2025 menunjukkan perbaikan dibanding bulan sebelumnya. Namun demikian, belanja negara justru mengalami kontraksi atau penurunan.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, Lisbon Sirait, menyampaikan bahwa hingga akhir Oktober 2025, belanja negara di Banten terkontraksi 2,3 persen dengan realisasi 78,38 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang mencapai 73,50 persen dari target.

“Kontribusi terbesar realisasi belanja negara berasal dari belanja Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp16,14 triliun atau 84,84 persen, di atas realisasi nasional 82,60 persen. Sementara realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) baru mencapai Rp6,31 triliun atau 65,60 persen, di bawah realisasi nasional 75,40 persen,” ujar Lisbon dalam Konferensi Pers APBN Kita Regional Banten.

Belanja Barang dan Modal Turun Tajam

Lisbon menjelaskan bahwa beberapa jenis belanja justru tumbuh positif, seperti belanja pegawai dan belanja bantuan sosial (bansos). Namun belanja modal dan belanja barang mengalami penurunan cukup dalam.

  • Belanja Pegawai: 86,10%
    Dipengaruhi penambahan PPK dan ASN/TNI/Polri di beberapa kementerian/lembaga.
  • Belanja Barang: 53,40%
  • Belanja Modal: 40,20%
    Keduanya di bawah 60%, terpengaruh kebijakan efisiensi anggaran dan telah berakhirnya pelaksanaan serta pengawasan Pemilu 2024.
  • Belanja Bansos: 90,26%
    Didominasi bantuan PIP/KIP kuliah yang dialokasikan pada Kementerian Agama.

Transfer ke Daerah (TKD) Tumbuh Positif

Penyaluran TKD hingga 31 Oktober 2025 tumbuh 4,27 persen dengan realisasi Rp16,14 triliun atau 84,84 persen.

Jenis TKD yang tumbuh positif:

  • Dana Alokasi Umum (DAU)
  • Dana Bagi Hasil (DBH)

Sementara yang terkontraksi:

  • DAK Fisik
  • DAK Non Fisik
  • Dana Desa
  • Insentif Fiskal

“Kontraksi disebabkan turunnya pagu anggaran serta kebijakan evaluasi Dana Desa non-earmark,” jelas Lisbon.

Pendapatan Hibah dan PNBP

Lisbon juga menyebutkan bahwa hingga 31 Oktober 2025:

  • Terdapat 55 hibah dengan total nilai Rp377,32 miliar, terutama untuk mendukung kinerja Kementerian Agama, Kejaksaan RI, dan Polri.
  • PNBP tumbuh 12,28 persen, dengan realisasi 122,39 persen, jauh di atas nasional (84,30 persen).

PNBP ditopang oleh:

  • Layanan pertanahan
  • Jasa kepelabuhanan
  • Layanan paspor
  • Jasa pendidikan
  • Jasa pelayanan rumah sakit

APBD Banten Juga Terkontraksi

Kinerja APBD Provinsi Banten hingga akhir Oktober 2025 juga menunjukkan pelemahan:

  • Pendapatan daerah terkontraksi 3,51 persen
  • Belanja daerah terkontraksi 1,46 persen

TKD berkontribusi 52,80 persen dari total pendapatan daerah.

Penerimaan Pajak di Banten

Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Banten Aim Nursalim Saleh menyampaikan bahwa penerimaan pajak di Provinsi Banten sampai 31 Oktober 2025 mencapai Rp54,09 triliun, atau 66,39 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp81,48 triliun.***

Editor : Krisna Widi Aria

Tags: APBNBantenbelanja daerahbelanja negara di BantenDitjen Perbendaharaan Provinsi BantenTKD ke Bantentransfer ke daerah
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Wakapolda Banten Tutup Tailor Made Training Gelombang V Tahun 2025 di Balai Latihan Poliran

Next Post

Modal Inti Bank Banten Capai Rp3 Triliun, Bank Jatim Resmi Jadi Induk

Next Post
Modal Inti Bank Banten Capai Rp3 Triliun, Bank Jatim Resmi Jadi Induk

Modal Inti Bank Banten Capai Rp3 Triliun, Bank Jatim Resmi Jadi Induk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Ribuan Pelayat Padati Rumah Duka KH Ahmad Fudholi di Sindang Sono

Ribuan Pelayat Padati Rumah Duka KH Ahmad Fudholi di Sindang Sono

by Mulyadi
Senin, 7 September 2026 18:36
0

Pelayat KH Ahmad Fudholi.

Anak Krakatau di Jalur Cincin Api, Ini Alasan Gunung di Selat Sunda Itu Terus Aktif

Anak Krakatau di Jalur Cincin Api, Ini Alasan Gunung di Selat Sunda Itu Terus Aktif

by Yusuf Permana
Senin, 7 September 2026 18:11
0

Ilustrasi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang merupakan bagian dari Busur Sunda, kawasan vulkanik aktif yang terbentuk dalam sistem...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.