SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Hingga Desember, realisasi retribusi pasar di Kabupaten Serang masih sangat rendah. Masih rendahnya realisasi diakibatkan ada beberapa faktor yakni kondisi pasar yang rusak hingga pedagang yang enggan berjualan di pasar.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Adang Rahmat mengaku sudah merevisi untu besaran target retribusi pasar dari yang ditetapkan saat perubahan.
“Target kita Rp1,5 miliar. Rp2 miliar itu pas perubahan ada kenaikan. Ternyata saat dicek ke lokasi bersama Bappenda dirubah lagi menjari Rp1,5 miliar,” katanya, Selasa 16 Desember 2025.
Adang mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang mengakibatkan minimnya realisasi retribusi, mulai dari banyaknya pedagang yang enggan berjualan di pasar karena perkembangan online shop, sepinya pembeli, hingga kondisi pasar yang mulai rusak.
“Banyak yang tutup, makanya terkendala retribusinya begitu. Apalagi faktor cuaca. Lalu untuk pasar Baros tahun lalu belum kita tarik, baru mulai bulan Oktober karena baru pembukaan, lalu Tunjung Teja belum ada yang bayar karena pedaganggnya sedikit,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, realisasi retribusi yang terbesar besar ada di pasar Petir dan pasar Banjar Sari. “Semuanya sedang kita upayakan, apakah mau kita pihak ketiga kan, seperti apa MoU nya, solusi-solusinya seperti apa,” ujarnya.
Pihaknya mengaku di tahun 2026 nanti untuk besaran tergetnya tidak akan direvisi. Namun pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan realisasi retribusi dengan berbagai upaya mulai dari peningkatan pelayanan dan lain sebagainya.
“Banyak pasar yang bocor, kita perbaiki dulu. Jadi sifatnya pelayanan, apa yang diberikan tentu kita harus melayani dengan baik sehingga retribusi bisa ditarik lebih maksimal,” pungkasnya.
Editor Daru











