TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dalam pembuatan aksesori dekoratif hingga perhiasan, bahan yang digunakan tidak selalu emas. Salah satu material yang kerap dipakai sebagai alternatif adalah kuningan, karena memiliki tampilan visual yang sekilas menyerupai emas.
Kemiripan warna inilah yang membuat sebagian orang bertanya-tanya, apakah kuningan mengandung emas? Tidak sedikit pula yang masih keliru membedakan kedua jenis logam tersebut.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut penjelasan lengkap mengenai kuningan dan perbedaannya dengan emas.
Apa Itu Kuningan?
Sebelum menjawab apakah kuningan mengandung emas, penting untuk memahami pengertian kuningan terlebih dahulu.
Kuningan adalah logam campuran (alloy) yang tersusun dari perpaduan tembaga dan seng. Berbeda dengan emas, kuningan bukan logam mulia dan tidak tergolong langka, sehingga produk berbahan kuningan relatif mudah ditemukan di pasaran.
Secara historis, kuningan telah dikenal sejak peradaban kuno. Artefak berbahan kuningan ditemukan di kawasan Mediterania dan diperkirakan mulai diproduksi secara sistematis sekitar 500 SM, ketika para ahli metalurgi mencampurkan seng dan bijih tembaga dalam proses peleburan.
Kadar seng dalam kuningan dapat bervariasi, menghasilkan jenis kuningan dengan sifat mekanik, kelistrikan, serta warna yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa kuningan merupakan material buatan manusia dengan karakteristik tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut, jawaban dari pertanyaan “apakah kuningan mengandung emas” adalah tidak. Kuningan sama sekali tidak mengandung unsur emas.
Kelebihan Kuningan
Meski bukan emas, kuningan tetap banyak digunakan untuk membuat perhiasan imitasi maupun aksesori dekoratif karena memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
1. Tidak Berkarat
Kuningan tidak mengalami karat seperti besi. Hal ini karena karat merupakan hasil oksidasi besi, sedangkan kuningan tersusun dari tembaga dan seng.
2. Mudah Dibentuk
Kuningan memiliki fleksibilitas tinggi sehingga mudah ditempa, dicetak, atau dilas. Selain itu, material ini cukup kuat dan tahan terhadap gesekan, beban, serta getaran, sehingga awet digunakan.
Kekurangan Kuningan
Di balik kelebihannya, kuningan juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
Meskipun tidak berkarat, kuningan rentan terhadap korosi. Korosi ini ditandai dengan terbentuknya lapisan patina berupa tembaga karbonat pada permukaannya.
Selain itu, kuningan dapat mengalami dezincifikasi, yaitu pelarutan seng pada lingkungan asam yang menyebabkan warna menjadi lebih kemerahan dan struktur logam melemah.
Kuningan juga berisiko mengalami retak korosi tegangan, terutama jika terpapar amonia atau zat asam tertentu. Dari sisi lingkungan, proses produksi dan pemesinan kuningan memerlukan energi besar dan berpotensi berdampak negatif jika tidak dikelola dengan metode ramah lingkungan.***











