LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akhirnya membuka pagar pembatas proyek revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung. Proyek yang menelan anggaran Rp4,9 miliar tersebut rampung pada akhir Desember 2025.
Pasca revitalisasi, terdapat sejumlah perubahan pada wajah Alun-alun Rangkasbitung. Salah satunya, bola dunia yang menjadi ikon alun-alun kini dilingkari tulisan “Lebak Ruhay”. Selain itu, papan nama Alun-alun Rangkasbitung yang menghadap ke Jalan Multatuli juga mengalami perubahan, meski tidak terlalu signifikan.
Fasilitas baru turut ditambahkan, seperti jogging track, lintasan skate park, serta beberapa taman dan area bermain untuk pengunjung.
Meski demikian, sejumlah warga Rangkasbitung menilai revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung belum menunjukkan perubahan signifikan, jika dibandingkan dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.
Samsul, salah seorang warga Rangkasbitung, menilai hasil revitalisasi yang dilakukan di era kepemimpinan Bupati Lebak M Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah tidak memberikan kesan istimewa.
“Biasa-biasa saja. Enggak ada perubahan yang signifikan,” kata Samsul kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 5 Januari 2026.
Ia juga menyoroti desain taman di sekitar bangunan utama Alun-alun yang dinilai kurang estetik. “Sayang saja anggarannya besar, tapi hasilnya enggak maksimal,” ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan Ubaidillah, warga lainnya. Menurutnya, hasil revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung belum sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kalau dibilang, ya biasa-biasa saja. Dengan anggaran sebesar itu, harapan saya awalnya lebih tinggi. Alun-alun bisa lebih bagus dan lebih baik dari penampakan sekarang,” tegasnya.
Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung sendiri diharapkan menjadi ruang publik yang nyaman dan representatif bagi masyarakat, sekaligus ikon kota Rangkasbitung. Namun, penilaian publik menunjukkan masih adanya ekspektasi besar terhadap peningkatan kualitas hasil pembangunan tersebut.
Editor: Mastur Huda











