SERANG – Hari pertama kerja tahun 2026, Jumat (2/1), diawali dengan inspeksi kehadiran pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Inspeksi mendadak dilakukan oleh Kepala Kejati Banten Bernadeta Maria Erna Elastiyani dan Wakil Kepala Kejati Banten Ardito Muwardi.
Bernadeta dan Ardito melihat langsung ruang kerja di setiap bidang di Kejati Banten. Kehadiran jaksa dan pegawai tata usaha dipastikan oleh kedua pimpinan Kejati Banten itu.
Bernadeta mengatakan, sidak ini untuk menegakkan dan memastikan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kejati Banten. “Ini sebagai bentuk komitmen pimpinan dalam meningkatkan profesionalisme, tanggung jawab, dan integritas dalam pelaksanaan tugas pelayanan publik. Dengan pengecualian bagi pegawai yang berhalangan hadir karena cuti atau sakit,” katanya.
Bernadeta menilai, integritas dan disipilin pegawai Kejati Banten sudah memuaskan. “Tidak ada pegawai yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Ini menjukkan tren positif untuk mengawali kinerja yang baik ke depan,” ujarnya.
Ia berharap, seluruh pegawai Kejati Banten menujukkan etos kerja yang tinggi dalam menuntaskan program kerja yang telah direncanakan. “Kita semua berharap, semoga di tahun 2026 ini, seluruh pegawai bisa meningkatkan kinerja, integritas, serta profesional dalam bertugas. Beri pelayanan terbaik untuk masyarakat dan selalu mengedepankan humanisme,” ujarnya menekankan.
Ardito menambahkan, sidak ini perlu dilakukan sebagai kontrol pimpinan terhadap kedisiplinan pegawai. “Tujuannya bukan mencari-cari kesalahan pegawai, tetapi untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan normal pasca libur tahun baru. Apalagi ada istilah hari Jumat itu adalah hari terjepit nasional, karena hari Kamis tanggal merah. Kita tidak menolerir pegawai yang tidak disiplin,” ucapnya.
“Semua bidang kita datangi dan semua pegawainya ada, kecuali yang sakit dan cuti. Ini menunjukkan kalau disiplin pegawai Kejati Banten sudah sangat bagus dan tinggal menjaganya supaya kinerja tahun 2026 lebih baik lagi,” tandas Ardito. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











