PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi Jalan Ciherang di tengah Kota Pandeglang menuai keluhan pengendara. Jalan berlubang di akses utama menuju Pasar Pandeglang itu memaksa pengendara berzig-zag untuk menghindari lubang dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pengendara sepeda motor terlihat melambat dan bermanuver tidak beraturan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Salah seorang pengendara, Ridwan, menyebut kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama. Padahal, jalur tersebut menjadi akses vital masyarakat menuju pusat aktivitas ekonomi.
“Jalannya rusak dan berlubang. Ini di tengah kota dan selalu ramai karena banyak warga ke pasar lewat sini,” ujar Ridwan, Selasa (6/1/2026).
Selain itu, Ridwan menilai kondisi jalan semakin berbahaya saat musim hujan. Air yang menggenang menutup lubang sehingga menyulitkan pengendara memperkirakan kedalaman jalan rusak.
“Kalau hujan, lubangnya seperti kubangan. Pengendara harus ekstra hati-hati karena sangat berisiko,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Ia menjelaskan penanganan Jalan Ciherang dilakukan secara bertahap.
“Kami akan cek dulu kondisi di lapangan. Penanganan baru sebagian, terutama di bagian depan. Untuk bagian dalam akan kami evaluasi kembali karena masih bisa dilalui,” kata Andrian.
Ia menambahkan keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala pemeliharaan jalan kabupaten. Selain itu, faktor cuaca turut memengaruhi ketahanan hasil penambalan jalan.
“Anggaran pemeliharaan jalan terbatas dan saat musim hujan penambalan cepat rusak. Namun, kami tetap berupaya agar perbaikan bisa dilakukan saat cuaca lebih mendukung,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











