SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Selain mengandalkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga.
“Gerakan mengubah perilaku masyarakat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Pemilahan sampah menjadi kunci,” ujarnya, Kamis 8 Januari 2026.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi Hartawan. Ia mengatakan, Pemprov Banten terus mematangkan rencana pembangunan PSEL dengan menjajaki kerja sama bersama pihak ketiga.
“Rencana kita akan membangun PSEL, pengolahan sampah menjadi energi listrik. Ini sedang kita jajaki terus komunikasinya dengan pihak ketiga,” kata Deden.
Menurutnya, pengelolaan sampah ke depan tidak hanya akan difokuskan di wilayah Tangerang Selatan, tetapi juga membuka peluang kerja sama lintas daerah.
“Mudah-mudahan ke depan, bukan hanya Tangsel saja. Kerja sama antar daerah bisa kita lakukan, baik dengan Kota Cilegon, Kabupaten Serang, maupun wilayah Tangerang lainnya,” tandasnya.
Pemprov Banten berharap, kombinasi antara pembangunan infrastruktur pengolahan sampah, kerja sama antar daerah, serta perubahan perilaku masyarakat dapat menjadi solusi konkret untuk mengurai persoalan sampah yang kian kompleks di Banten.
Editor: Abdul Rozak











