SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Masyarakat di wilayah Tangerang Raya diminta meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Balai Besar MKG Wilayah II mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dengan status “Awas”, menyusul potensi hujan ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026.
Berdasarkan data infografis terbaru, potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem diprakirakan melanda tiga wilayah utama, yakni:
- Kota Tangerang
- Kabupaten Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang sangat aktif di wilayah Banten. Sejumlah fenomena teridentifikasi berperan, di antaranya keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memengaruhi pola angin serta membentuk daerah konvergensi di perairan selatan Jawa.
“Aktifnya Monsun Asia juga berkontribusi terhadap peningkatan suplai massa udara lembap ke wilayah Indonesia, disertai penguatan angin baratan yang memicu pertumbuhan awan hujan intensif di wilayah Banten,” ujar Hartanto dalam siaran persnya.
Selain itu, Hartanto menambahkan bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Banten, serta kondisi labilitas atmosfer lokal yang kuat, semakin meningkatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi.
Waspada Angin Kencang dan Bencana Hidrometeorologi
Tak hanya hujan ekstrem, BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi angin kencang dengan kecepatan melebihi 45 km/jam atau sekitar 25 knot. Angin kencang ini diprediksi berpotensi terjadi secara merata di wilayah Tangerang Raya, Cilegon, Serang, hingga Pandeglang dan Lebak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang,” tegas Hartanto.
BMKG memprakirakan status siaga cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga 27 Januari 2026. Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta menghindari aktivitas berisiko saat hujan dan angin kencang berlangsung.*
Editor : Krisna Widi Aria











