KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Orang tua diminta untuk meningkatkan kecakapan digital agar mampu melindungi remaja dari berbagai risiko di ruang maya.
Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut peran keluarga untuk tidak hanya membatasi, tetapi juga memahami pola interaksi remaja di media sosial, aplikasi percakapan, gim, hingga konten video pendek.
Minimnya literasi digital orang tua dinilai berpotensi membuat mereka tertinggal dari anak-anaknya, sehingga pengawasan terhadap aktivitas digital remaja menjadi tidak efektif.
Kondisi tersebut dapat membuka celah berbagai risiko di ruang digital yang kian kompleks. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan, Komdigi bersama TikTok Indonesia menggelar rangkaian Kampanye #SalingJagaTunasBangsa, salah satunya mengedukasi orangtua untuk melek digital.
“Kampanye ini menjadi langkah konkret untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS),” ujar Nezar, melalui siaran pers, Jumat 23 Januari 2026.
Nezar menegaskan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman digital yang positif bagi generasi muda.
Menurutnya, ruang digital ibarat jalan terbuka yang penuh peluang bagi remaja, namun juga memerlukan pendampingan agar tetap aman.
Salah seorang peserta kampanye, Taufiq yang juga Ketua Relawan TIK Provinsi Banten menilai masih banyak orang tua yang menyerah dengan alasan gagap teknologi.
“Padahal, sikap tersebut justru dapat melemahkan peran orang tua sebagai pendamping utama anak di dunia digital,” ujarnya.
Menurutnya, kemauan untuk terus belajar literasi digital dan digital parenting menjadi kunci dalam membangun keluarga yang cakap digital.
Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian orang tua yang memberikan gawai tanpa batasan waktu dengan alasan agar anak tetap tenang.
Kebiasaan ini dinilai dapat berdampak negatif dalam jangka panjang, khususnya terhadap kemampuan fokus, pola perilaku, dan perkembangan psikologis remaja.
Melalui kampanye ini, orang tua diharapkan semakin sadar akan pentingnya kehadiran aktif dalam aktivitas digital anak.
Dengan kecakapan digital yang memadai serta komunikasi yang sehat, orang tua dapat membantu menciptakan ruang digital yang aman, positif, dan mendukung tumbuh kembang remaja.
Editor Daru











