PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama masyarakat Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, bergotong royong membangun pondasi Jembatan Blengbeng yang melintasi Sungai Cikayang.
Pembangunan pondasi dilakukan untuk menggantikan badan jembatan lama berbahan kayu yang dinilai membahayakan keselamatan warga karena sudah berkali-kali ambruk.
Meski cuaca kurang bersahabat dengan kondisi gerimis hingga hujan, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat tetap terjaga dalam pelaksanaan gotong royong tersebut.
Danramil 0116/Cikeusik Kapten Inf Purgiarto mengatakan, kegiatan gotong royong ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan jembatan Blengbeng.
“Hari ini kami bersama masyarakat melaksanakan gotong royong pembangunan jembatan Blengbeng dengan panjang sekitar 70 meter,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 23 Januari 2026.
Ia menegaskan, kondisi cuaca tidak menyurutkan semangat TNI dan warga untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.
“Baik hujan maupun panas, tidak mengurangi semangat kami. Mudah-mudahan jembatan ini segera terwujud dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Jembatan Blengbeng yang lama diketahui sudah ambruk sejak 2022 dan hanya mengalami perbaikan swadaya secara berulang oleh masyarakat, TNI, dan Pemerintah Desa Cikeusik. Kondisinya dinilai tidak lagi aman untuk dilalui.
Babinsa Koramil 0116/Cikeusik, Sertu Eri Piatna, menambahkan bahwa kegiatan gotong royong telah berlangsung selama dua pekan terakhir.
“Selama dua pekan ini kami bahu-membahu mengejar target pembangunan jembatan. Jembatan ini sangat vital bagi aktivitas warga, terutama akses pelajar,” katanya.
Pembangunan jembatan tersebut juga merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang digagas Presiden Prabowo Subianto, melalui pembentukan Satgas Darurat Jembatan untuk meningkatkan keamanan akses pendidikan dan mobilitas masyarakat di daerah terpencil, termasuk Kabupaten Pandeglang.*
Editor : Krisna Widi Aria











