LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak mencatat capaian positif dalam realisasi pendapatan daerah sepanjang 2025.
Sejumlah jenis pajak strategis mampu melampaui target yang telah ditetapkan, dengan sektor pertambangan mineral dan batuan (minerba) menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kontribusi sektor minerba dinilai masih sangat vital dalam menopang keuangan daerah. Pajak dari sektor ini terus menunjukkan tren meningkat dan menjadi tulang punggung penerimaan daerah di tengah kebutuhan pembangunan yang kian besar.
Sekretaris Bapenda Kabupaten Lebak, Deri Derawan, menyampaikan bahwa struktur pajak unggulan pada 2026 diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Menurutnya, sektor pajak bernilai besar masih akan menjadi penopang utama PAD.
“Kalau 2026 saya pikir masih sama. Jenis pajak yang paling memengaruhi itu yang nilainya besar, seperti minerba, PBB-P2, BPHTB, PBJT tenaga listrik, serta opsen yang diberikan oleh provinsi seperti PKB dan BBNKB,” kata Deri Derawan kepada RADARBANTEN.CO.ID, pada Selasa 3 Februari 2026.
Untuk Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Bapenda menargetkan pendapatan sebesar Rp 47 miliar pada 2025. Namun realisasi hingga akhir tahun justru melampaui target, yakni mencapai Rp 51 miliar atau sekitar 107 persen.
Capaian tersebut menempatkan sektor minerba sebagai kontributor terbesar terhadap PAD Kabupaten Lebak. Pencapaian ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah secara keseluruhan.
“Kalau dilihat, peringkat pertama memang masih minerba. Pencapaiannya luar biasa dan sangat membantu pendapatan daerah,” ujarnya.
Selain sektor pertambangan, pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) Tenaga Listrik juga mencatat hasil positif. Dari target Rp 36,7 miliar, realisasi mencapai Rp 39,7 miliar atau sekitar 108,27 persen, sementara sejumlah jenis pajak lainnya juga mendekati bahkan melampaui target yang ditetapkan.
Editor: Abdul Rozak











