SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 800 siswa di Kota Serang tercatat belum bisa membaca Al-Qur’an. Data tersebut menjadi perhatian serius dalam program pemberantasan buta baca Al-Qur’an yang kini tengah digencarkan melalui gerakan Serang Mengaji.
Sekretaris Umum Satgas Serang Mengaji, Nana Sudjana, mengungkapkan bdari total 69.000 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 24.000 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Serang, masih terdapat sekitar 800 siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an.
Menurutnya, angka tersebut menjadi fokus utama pembinaan dalam beberapa bulan ke depan.
“Insyaallah dalam satu hingga dua bulan ke depan tidak akan ada lagi siswa yang tidak bisa baca Al-Qur’an,” ujarnya, Selasa 17 Februari 2026.
Untuk mempercepat capaian target tersebut, Satgas Serang Mengaji menggandeng Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) dalam pelaksanaan Training of Trainer (TOT).
Pelatihan ini diberikan kepada seluruh guru Kelompok Pembinaan Islam (KPI) dan guru agama di sekolah-sekolah.
Melalui program TOT tersebut, para guru dibekali metode pembelajaran cepat membaca Al-Qur’an yang efektif dan sistematis.
Dengan metode ini, proses pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an diharapkan lebih terarah dan maksimal.
Pelatihan dilakukan secara bertahap di masing-masing sekolah. Setiap sesi melibatkan sekitar 100 guru yang nantinya menangani 300 hingga 400 siswa dalam program percepatan baca Al-Qur’an.
Nana menjelaskan, pola pembinaan dirancang agar sekolah mampu menjalankan program secara mandiri.
Dengan begitu, pemberantasan buta baca Al-Qur’an tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkelanjutan.
Editor: Abdul Rozak












