SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Warga Lingkungan Ciceri Bunderan, RT 002 RW 016, Kecamatan Serang, keluhkan jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki.
Warga juga mengkritik lambannya birokrasi pemerintah dalam merespons pengaduan infrastruktur.
Kritik tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pemuda setempat, Maman Sutiaman.
Ia menilai, hingga saat ini perbaikan jalan rusak di wilayahnya belum mendapat perhatian serius, meskipun sudah diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Menurut Maman, akses jalan di Lingkungan Ciceri Bunderan memiliki peran vital karena menjadi jalur utama aktivitas pendidikan.
Di sepanjang ruas tersebut terdapat sejumlah sekolah, mulai dari SD hingga SMK.
“Padahal akses jalan itu sangat vital. Karena ada SDN 3, SMPN 1 dan SMK PGRI 2. Di situ tempat sibuk dan menunjang pendidikan, tapi jalannya rusak,” ujar Maman, Selasa 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kerusakan jalan semakin parah akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kota Serang dalam beberapa waktu terakhir.
Genangan air dan aspal yang terkelupas dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pelajar.
Maman mengaku telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut bersama perangkat RT melalui forum Musrenbang tingkat kelurahan.
Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut nyata dari instansi terkait.
“Kami juga sudah mengajukan di Musrenbang, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Saya berharap pejabat berwenang bisa menangani secepatnya,” tegasnya.
Warga berharap Pemerintah Kota Serang segera melakukan survei lapangan dan memasukkan perbaikan jalan rusak tersebut dalam skala prioritas pembangunan.
Selain menunjang aktivitas pendidikan, jalan itu juga menjadi akses utama masyarakat untuk bekerja dan beraktivitas sehari-hari.
Kondisi jalan rusak di sejumlah titik Kota Serang memang kerap dikeluhkan masyarakat, terutama saat musim hujan.
Pemkot Serang diharapkan dapat mempercepat respons terhadap pengaduan warga guna mencegah risiko kecelakaan dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











