SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, berbagai program prioritas mulai menunjukkan arah yang lebih terukur.
Komitmen mengawal pembangunan, menekan angka pengangguran, hingga menuntaskan persoalan banjir menjadi fokus utama duet kepemimpinan di Kota Serang tersebut.
Selama setahun terakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan sektor ekonomi lokal.
Perbaikan drainase, penataan kawasan kumuh, serta peningkatan kualitas jalan lingkungan menjadi bagian dari langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan tahun pertama kepemimpinannya bersama Nur Agis Aulia merupakan fase konsolidasi sekaligus percepatan program prioritas.
Ia menyebut, fondasi pembangunan harus diperkuat agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Komitmen kami jelas, pembangunan harus berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Tidak hanya pembangunan fisik, tapi juga pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia,” ujar Budi.
Dalam aspek pembangunan, Pemkot Serang fokus pada pembenahan infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan warga.
Perbaikan drainase menjadi prioritas untuk mengurangi titik genangan, terutama di wilayah padat penduduk.
Selain itu, normalisasi saluran air dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna mencegah banjir berulang saat musim hujan.
Menurut Budi, pembangunan tidak boleh bersifat tambal sulam. Ia juga menjelaskan pentingnya perencanaan jangka menengah dan panjang agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
“Kita ingin pembangunan ini terarah, terukur, dan berkesinambungan. Semua OPD harus bekerja sesuai target dan indikator kinerja yang jelas,” katanya.
Selain infrastruktur, persoalan pengangguran menjadi perhatian serius.
Pemkot Serang mendorong penciptaan lapangan kerja melalui kolaborasi dengan pelaku usaha, penguatan UMKM, serta pelatihan keterampilan bagi pencari kerja.
Budi mengaku, Pemkot Serang terus membuka ruang investasi dan mempermudah perizinan usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Langkah tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja baru dan mengurangi angka pengangguran terbuka.
“Kami ingin anak-anak muda di Kota Serang punya kesempatan kerja yang lebih luas. Pelatihan kerja kita dorong, kerja sama dengan sektor swasta juga kita perkuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua LMND Kota Serang, Aji Maulana, mengatakan persoalan banjir harus menjadi fokus utama evaluasi setahun pemerintahan Budi-Agis.
Menurutnya, genangan yang masih terjadi menunjukkan perlunya langkah yang lebih terukur dan konsisten.
“Kami melihat sudah ada langkah pembenahan, terutama soal drainase. Tapi konsistensi dan pengawasan harus diperkuat agar banjir ini benar-benar bisa ditekan,” ujarnya.
Ia menilai, banjir bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kualitas perencanaan pembangunan. Setiap proyek infrastruktur, kata dia, harus memiliki kajian hidrologi dan sistem drainase yang matang.
Editor: Abdul Rozak











