CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Robinsar menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama mahasiswa se-Kota Cilegon di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat, 20 Februari 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota.
Dalam pertemuan itu, Robinsar secara langsung menyerap berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Ia menegaskan forum tersebut sengaja digelar sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi.
“Sengaja dalam rangka satu tahun ini kita kumpulkan teman-teman mahasiswa. Kita memang ingin menyerap aspirasi dari teman-teman,” ujar Robinsar usai kegiatan.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menyertakan data dan kajian dalam setiap masukan yang diberikan. Hal itu dinilai penting untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan daerah.
“Kami yakin mereka tidak hanya menyampaikan aspirasi, tapi juga dengan data. Ini menjadi masukan yang konstruktif bagi kami,” katanya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah isu strategis mengemuka, di antaranya persoalan lingkungan hidup, potensi bencana banjir, ketenagakerjaan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Robinsar mengakui isu-isu tersebut tengah menjadi fokus perhatian Pemerintah Kota Cilegon. Berbagai langkah dan upaya, kata dia, terus dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut.
“Tadi disampaikan soal lingkungan hidup, potensi bencana banjir, juga soal ketenagakerjaan dan SDM. Itu semua sedang kita upayakan. Intinya, kita terus bekerja melakukan yang terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, turut menanggapi isu ketenagakerjaan yang menjadi salah satu sorotan mahasiswa.
Ia menegaskan Pemkot Cilegon tidak melarang tenaga kerja dari luar daerah untuk bekerja di Kota Baja. Namun demikian, perusahaan diminta tetap memperhatikan peluang bagi tenaga kerja lokal.
“Tadi juga disampaikan soal ketenagakerjaan. Bukan berarti orang dari luar dilarang kerja di sini, tapi tolong diperhatikan juga masyarakat lokal,” ujarnya.
Fajar menambahkan, sinergi antara dunia industri, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan keseimbangan kesempatan kerja. Ia berharap dialog serupa dapat terus dilakukan secara berkala.
Reporter: Adam Fadillah Editor: Aas Arbi











