PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat Muslim untuk menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam. Namun bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), puasa bisa menjadi tantangan tersendiri jika tidak disertai pola makan yang tepat.
GERD merupakan gangguan pencernaan kronis akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan (refluks). Kondisi ini terjadi karena katup pemisah antara lambung dan kerongkongan melemah, sehingga asam lambung mudah naik dan menimbulkan iritasi.
Gejala GERD biasanya ditandai dengan rasa panas di dada (heartburn), perut terasa perih atau kembung, mual, hingga muncul rasa asam atau pahit di mulut. Pada kondisi tertentu, penderita juga dapat mengalami batuk kering dan gangguan tidur.
Risiko GERD Saat Puasa
Selama puasa, lambung berada dalam kondisi kosong lebih lama. Pada sebagian orang, kondisi ini justru membantu produksi asam lambung lebih terkontrol. Namun pada penderita GERD, pola makan yang tidak teratur saat sahur dan berbuka dapat memicu kekambuhan.
Beberapa kebiasaan yang memperparah gejala antara lain:
- Makan berlebihan saat berbuka
- Mengonsumsi makanan pedas, asam, dan gorengan
- Minuman berkafein seperti kopi dan teh pekat
- Langsung tidur setelah sahur
Kondisi tersebut meningkatkan risiko refluks asam lambung dan rasa tidak nyaman di dada.
Tips Aman Puasa bagi Penderita GERD
Secara medis, puasa umumnya aman bagi penderita GERD ringan hingga sedang, asalkan diimbangi pengaturan pola makan yang baik.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Berbuka Secara Bertahap
Mulai dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma. Beri jeda sebelum makan besar agar lambung beradaptasi.
2. Pilih Menu Sahur yang Ramah Lambung
Konsumsi makanan rendah lemak, tidak pedas, dan mudah dicerna. Makanan tinggi serat dan protein seperti oatmeal, nasi merah, telur rebus, atau sayur berkuah ringan dapat membantu menjaga kenyang lebih lama.
3. Hindari Pemicu Asam Lambung
Kurangi makanan asam, berlemak tinggi, gorengan, serta minuman berkafein terutama saat sahur.
4. Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur
Beri jeda minimal 30–60 menit sebelum kembali tidur untuk mengurangi risiko refluks.
5. Konsultasi ke Dokter Jika Perlu
Bagi penderita GERD kronis atau memiliki riwayat komplikasi, konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa sangat dianjurkan. Penyesuaian jadwal konsumsi obat penurun asam lambung juga perlu diperhatikan.
Dengan pemahaman yang tepat dan pola makan terkontrol, penderita GERD tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman selama Ramadan.*
Editor : Krisna WIdi Aria











