EBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi Pasar Semi Rangkasbitung kembali menjadi keluhan warga, Rabu, 25 Februari 2026. Pasar yang diresmikan pada 2025 itu dinilai tidak terawat dan jauh dari kesan bersih.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air terlihat di sejumlah titik, terutama di area luar bangunan. Lantai pasar tampak licin bercampur lumpur sehingga membuat aktivitas jual beli kurang nyaman.
Sampah juga terlihat menumpuk di beberapa sudut pasar. Situasi tersebut diperparah dengan saluran drainase yang tidak berfungsi optimal saat hujan turun.
Selain itu, paving block di area parkir terlihat rusak dan amblas. Kondisi ini membuat kawasan pasar semakin becek serta sulit dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Lina, warga Rangkasbitung, mengaku prihatin dengan kondisi pasar yang menurutnya semakin kumuh. Ia menilai situasi tersebut tidak mencerminkan pasar yang baru saja dibangun.
“Pasar ini kan baru diresmikan tahun lalu, tapi kondisinya sudah seperti ini. Becek, kotor, dan tidak nyaman untuk belanja,” ujar Lina kepada RADARBANTEN.CO.ID.
Ia juga mengaku khawatir kondisi tersebut berdampak pada kesehatan pedagang dan pembeli. “Kalau terus dibiarkan, ini bisa jadi sarang penyakit. Pemerintah harus segera turun tangan memperbaiki dan membersihkannya,” tegasnya.
Kritik serupa disampaikan Ilham Maulana Raisa, Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Lebak. Ia menilai pembangunan pasar seharusnya menjadi tolok ukur keberhasilan infrastruktur daerah.
“Jangan sampai karena Pasar Semi ini ada di daerah bernama Kandang Sapi, pemerintah membiarkan kondisinya seperti tempat mandi atau kubangan sapi. Ini sangat ironis,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi perawatan, sistem drainase, hingga pengelolaan kebersihan agar Pasar Semi Rangkasbitung kembali layak menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.*
Editor : Krisna Widi Aria











