PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lahan seluas 30 hektar yang telah disiapkan oleh Pemkab Pandeglang untuk pembangunan Sekolah Terintegrasi merupakan eks HGU (Hak Guna Usaha) atau HGB (Hak Guna Bangunan). Secara geografis, lahan tersebut berada di Desa Pasirawi dan Desa Citalahab, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Lahan seluas 30 hektar yang akan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Terintegrasi merupakan tanah terlantar eks HGU PT Kadu Gedong Raya.
Adapun luas eks HGU secara keseluruhan mencapai 52,48 hektar yang sebelumnya direncanakan menjadi lokasi perluasan ketahanan pangan. Namun pada akhir tahun 2025 dan awal 2026 dialihkan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Terintegrasi.
Kepala BPN Pandeglang, Fahmi, menyampaikan bahwa lahan untuk pembangunan Sekolah Terintegrasi merupakan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang berada di Desa Pasirawi dan Desa Citalahab.
“Lahan eks HGU dan HGB Desa Pasirawi dan Citalahab telah ditetapkan oleh Pak Menteri sebagai tanah terlantar yang akan dikembalikan ke negara,” katanya, Senin, 1 Maret 2026.
Penetapan tanah terlantar tersebut dilakukan oleh Menteri ATR/BPN pada tahun 2025.
“Kami akan segera menindaklanjuti proses administrasi dan perencanaan terkait pemanfaatan tanah itu untuk pembangunan Sekolah Terintegrasi,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bergerak cepat mengambil langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan Sekolah Terintegrasi di Kabupaten Pandeglang.
“Pembangunan sekolah terintegrasi harus segera terealisasikan karena dinilai memiliki dampak yang sangat positif, terutama bagi masyarakat kurang mampu dalam mengakses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau,” katanya.
Bupati Dewi mengajak semua pihak untuk menyukseskan program tersebut.
“Ini juga merupakan instruksi dari Bapak Presiden agar segera direalisasikan. Karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” katanya.
Kehadiran Sekolah Terintegrasi diharapkan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan pendidikan berjenjang dalam satu kawasan. Konsep ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih tertata dan representatif.
“Adapun lahan yang direncanakan untuk pembangunan Sekolah Terintegrasi memiliki luas 30 hektar yang berlokasi di Desa Citalahab dan Desa Pasirawi, Kecamatan Banjar,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria











