LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 32 rumah warga di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, terancam ambruk karena terdampak pergerakan tanah.
Rumah warga yang mengalami kerusakan beragam, mulai dari rusak sedang hingga berat. Dinding rumah dan lantai rumah warga bahkan sudah terbelah dengan panjang retakan hampir di semua bagian rumah.
“Saya takut tiba-tiba rumah saya roboh, Pak. Makanya saya sudah pindah ke tempat saudara dan mengosongkan rumah,” ujar Rahmi Nur kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 4 Maret 2026.
Menurut Rahmi, ada enam kepala keluarga lainnya yang sudah mengosongkan rumahnya karena terdampak pergerakan tanah yang sangat parah.
“Apalagi sekarang sedang musim hujan. Warga di sini waswas takut tiba-tiba rumah roboh. Kami bukan tidak mau mengungsi, Pak, tapi mau mengungsi ke mana karena tidak ada tempat lain,” ujarnya.
Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, pergeseran tanah di Kampung Cinangga Lebak sudah terjadi selama puluhan tahun, namun kondisi terparahnya terjadi sejak tiga tahun lalu.
Rafik menyebutkan ada sekitar 32 kepala keluarga dengan jumlah jiwa hampir mencapai 150 orang yang setiap harinya dibayangi rasa waswas rumahnya akan roboh.
“Tanah labil di Kampung Cinangga memang sudah terjadi sejak tahun 80-an. Namun kondisi terparahnya terjadi sejak tiga tahun lalu,” tuturnya.
“Ada 32 rumah yang terdampak dan mengalami keretakan sedang hingga parah. Bahkan tujuh kepala keluarga sudah mengungsi,” sambungnya.
Rafik berharap kondisi di kampungnya ditangani serius oleh Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemprov Banten dengan melakukan relokasi kepada puluhan kepala keluarga di kampung tersebut.*
Editor : Krisna Widi Aria











