PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tumpukan sampah di area Alun-alun Pandeglang mendapat sorotan dari anggota DPRD Pandeglang, M Habibi Arafat. Kondisi ini dianggap memprihatinkan karena berada di pusat kota.
Tumpukan sampah tersebut terletak tidak jauh dari Pendopo Pandeglang, sekitar 10 meter dari bangunan utama. Letaknya yang berada di kawasan jantung kota membuat pemandangan ini dinilai tidak pantas. Politikus Partai Golkar itu menyayangkan dinas terkait yang membiarkan sampah berserakan di ruang publik.
“Saya menyayangkan pihak dinas terkait membiarkan sampah-sampah berserakan menumpuk. Apalagi di musim hujan, baunya menyengat. Itu terjadi di ruang publik di jantung kota, ini sangat disayangkan,” kata Habibi, Senin (9 Maret 2026).
Habibi menegaskan ke depan tidak boleh ada lagi tumpukan sampah di Alun-alun Pandeglang. Menurutnya, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama. “Ke depan jangan sampai terjadi lagi. Kebersihan mencerminkan kebersihan hati dan terjaganya keimanan. Karena kebersihan itu sebagian dari iman,” ujarnya.
Ia menilai sampah berserakan di ruang publik bisa menjadi contoh buruk bagi masyarakat. “Sampah berserakan di ruang publik yang seharusnya terjaga. Nanti orang berpikir, jangankan di kampung, di kota saja acak-acakan. Itu kan cerminan yang tidak baik,” jelasnya.
Habibi juga meminta Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menegur dinas terkait agar segera menangani persoalan sampah di ruang publik. “Ini mencerminkan ketidakbaikan seorang pemimpin. Saya kira tidak ada alasan lagi, kebersihan dengan cara apa pun harus ditangani dengan baik. Jangan sampai menumpuk, apalagi di ruang publik,” tegasnya.
Ia menambahkan, terutama saat bulan suci Ramadan, masyarakat membutuhkan kenyamanan di ruang publik. “Di bulan suci Ramadan, kalau di ruang publik tercium bau busuk sampah tentu tidak bagus dan tidak indah,” tutupnya.
Sebelumnya, masyarakat telah mengeluhkan tumpukan sampah di Alun-alun Pandeglang. Sampah yang diduga menumpuk beberapa hari belum diangkut itu menimbulkan bau tidak sedap dan merusak pemandangan kawasan yang kerap menjadi tempat aktivitas warga.
Reporter: Moch Madani Prasetia Editor ; Aas arbi











