SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bazar murah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang di Kecamatan Lebakwangi mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Pasalnya, menjelang hari raya Idul Fitri, harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik, sehingga keberadaan bazar murah sangat ditunggu oleh masyarakat.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan bahwa bazar murah di halaman kantor Kecamatan Lebakwangi sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri.
“Ini adalah titik keempat yang kita laksanakan di Kecamatan Lebakwangi. Tentu kegiatan ini dalam rangka mengendalikan inflasi daerah dan stabilitas harga, dan yang lebih penting adalah menahan laju kenaikan harga pangan,” katanya, Jumat, 13 Maret 2026.
Zakiyah mengungkapkan, banyak bahan kebutuhan pokok yang dijual di bazar murah tersebut, mulai dari bawang, cabai, beras, gula, minyak goreng, hingga bahan kebutuhan pokok lainnya
“Harganya terjangkau, bisa dibeli oleh masyarakat. Jadi saya meyakini kegiatan ini pasti bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Zakiyah bersyukur karena animo masyarakat sangat tinggi untuk mendatangi lokasi bazar. Untuk itu, pihaknya berencana akan menambah titik-titik bazar Ramadan pada tahun depan.
Ia juga menegaskan bahwa harga bahan pokok saat ini masih normal. Ia mengetahuinya saat melakukan sidak di Pasar Cikande Permai.
“Alhamdulillah, harganya masih stabil, kecuali yang kemarin cabai rawit merah itu masih tinggi karena memang sebagian besar wilayah yang panen untuk cabai rawit merah itu banyak yang gagal panen makanya harga tinggi dan permintaan meningkat,” katanya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan pada Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwita Sari, mengatakan untuk kondisi harga menjelang Lebaran masih stabil, kecuali cabai merah yang harganya masih sangat tinggi.
“Untuk sekarang tidak ada yang melonjak , harga cabai paling yang masih di angka 80 ribuan per kg,” katanya.
Titi mengatakan, bazar di Lebakwangi merupakan titik terakhir.
Ia mengatakan, ada 25 vendor yang menjajakan dagangan dengan harga murah. Selain itu, pihaknya juga menggelar operasi pasar di dua titik untuk menekan harga.
Editor: Agus Priwandono











