SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Biaya haji pada tahun 2026 diprediksi bakal mengalami kenaikan apabila konflik di Timur Tengah tidak segera mereda.
Pasalnya, konflik yang terjadi membuat biaya penerbangan mengalami kenaikan akibat pesawat harus memilih rute teraman agar tidak melalui jalur konflik.
Diketahui pada tahun 2025 lalu Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler mencapai Rp89,4 juta. Namun yang harus dibayarkan oleh jemaah atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp55,4 juta.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Serang, Abdul Hakim, mengatakan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah melakukan mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Ia menuturkan, kemungkinan jemaah haji Indonesia masih bisa berangkat ke Tanah Suci namun melalui jalur Benua Afrika.
“Namun memang biayanya akan lebih mahal, namun hitung-hitungannya masih dibuat,” katanya, Senin 16 Maret 2026.
Ia mengatakan, tentunya kenaikan biaya ibadah haji dipengaruhi oleh biaya penerbangan yang harus dibayarkan.
“Jelas berpengaruh terhadap biaya haji,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, tahun ini akan ada sebanyak 1.245 jemaah yang akan berangkat. Jumlah tersebut terdiri dari petugas PHD, petugas kloter, serta petugas kesehatan.*
Editor : Krisna Widi Aria











