PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Arus mudik di Terminal Kadubanen, Kabupaten Pandeglang, mulai terlihat pada Selasa 17 Maret 2026 sore.
Berdasarkan pantauan
RADARBANTEN.CO.ID di lapangan, sejumlah pemudik mulai berdatangan ke Terminal Kadubanen untuk menuju berbagai daerah tujuan. Aktivitas di terminal pun tampak lebih ramai dibanding hari biasa.
Para pemudik terlihat membawa tas hingga koper, yang menjadi ciri khas perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Salah seorang pemudik, Amanda, mengaku mudik tahun ini dilakukan secara mendadak meski waktu Lebaran masih cukup panjang.
“Mudik tahun ini bisa dibilang mendadak sih, tapi seru juga bisa pulang kampung,” katanya saat ditemui di Terminal Kadubanen.
Amanda mengatakan dirinya akan mudik ke Medan untuk berkumpul bersama keluarga saat Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia juga menyebut tarif bus mengalami kenaikan dibanding hari normal.
“Kalau hari biasa sekitar Rp500 ribu, tapi sekarang bisa Rp700 ribu sampai Rp800 ribu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Umum dan Terminal Dishub Pandeglang, Edi Mulyadi, mengatakan kondisi arus mudik di Terminal Kadubanen masih relatif landai.
Meski sudah ada pemudik yang berangkat, arus kendaraan di sekitar terminal masih terpantau ramai lancar.
“Untuk sementara masih belum terlalu ramai. Memang sudah ada pemudik, tapi belum terjadi lonjakan. Arus kendaraan juga masih lancar,” kata Edi.
Ia menambahkan, sejumlah pemudik mulai menanyakan jadwal keberangkatan bus ke berbagai daerah. Petugas pun memberikan arahan terkait waktu dan jalur keberangkatan.
“Sudah ada yang bertanya jadwal, kami arahkan. Tapi secara umum masih belum begitu ramai,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











