SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus mematangkan rencana pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ikonik di pusat kota.
Infrastruktur ini dirancang tidak hanya sebagai sarana penyeberangan, tetapi juga sebagai simbol modernisasi wajah Kota Serang.
JPO tersebut akan menghubungkan sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan depan Pendopo (Gedung Negara), Kantor PT Pos, hingga Alun-alun Kota Serang.
Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan pusat aktivitas.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan proyek ini memiliki nilai lebih dibandingkan JPO pada umumnya.
“JPO ini tidak hanya sebagai tempat penyeberangan, tapi juga menjadi bagian dari penataan kota yang lebih modern dan estetik,” ujar Wahyu, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan, konsep yang diusung dalam pembangunan JPO tersebut mengedepankan desain kekinian yang ramah bagi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menarik secara visual dan bisa dinikmati masyarakat,” katanya.
Menurut Wahyu, desain JPO akan dibuat berbeda dari konstruksi konvensional dengan menonjolkan nilai estetika dan fungsi ganda.
“Konsepnya modern, ada nilai tambah selain fungsi utama. Jadi masyarakat tidak hanya lewat, tapi juga bisa menikmati suasana,” ujarnya.
JPO ini nantinya akan dilengkapi dengan empat akses tangga yang menghubungkan berbagai titik penting secara terintegrasi.
“Empat sisi tangga ini untuk memudahkan akses masyarakat dari berbagai arah, jadi lebih efektif dan terhubung,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Serang juga akan menambahkan fasilitas videotron pada badan jembatan sebagai bagian dari pengembangan teknologi.
“Videotron akan kita pasang, sehingga bisa dimanfaatkan untuk informasi publik sekaligus peluang advertising,” ungkap Wahyu.
Ia menyebutkan, keberadaan videotron tersebut memiliki potensi ekonomi karena berada di kawasan strategis.
“Mengingat lokasinya prime, tentu ini bisa dimanfaatkan pihak ketiga untuk iklan dan menjadi sumber pendapatan,” katanya.
Tak hanya itu, desain JPO yang estetik juga diproyeksikan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“JPO tersebut nantinya bisa menjadi spot foto atau selfie karena desainnya yang menarik dan kekinian,” ujarnya.
Pemilihan lokasi di kawasan Alun-alun hingga jalur menuju Gedung Negara dinilai memiliki nilai visual tinggi dan mudah terlihat dari berbagai arah.
“Lokasi ini sangat strategis, bisa terlihat dari Jalan Diponegoro maupun Jalan Jenderal Sudirman, sehingga cocok dijadikan ikon kota,” jelas Wahyu.
Ia berharap, kehadiran JPO ini dapat memperkuat identitas Kota Serang sebagai kota yang terus berbenah.
“Kami ingin ini menjadi landmark baru yang membanggakan masyarakat Kota Serang,” katanya.
Dari sisi akses, Pemkot Serang memastikan bahwa fasilitas JPO dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat.
“Untuk masyarakat, tentu ini gratis. Tidak ada pungutan biaya untuk menikmati fasilitas ini,” tegasnya.
Editor: Bayu Mulyana











