CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Sebuah rumah milik warga lanjut usia di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, roboh akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan rapuh.
Peristiwa ini menjadi perhatian pemerintah setempat setelah sebagian bangunan tidak lagi layak huni.
Kondisi memprihatinkan tersebut bahkan mendapat perhatian langsung dari Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo yang meninjau lokasi pada Kamis (9/4).
Rumah yang berlokasi di Lingkungan Gunung Asem, RT/RW 13/04, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan itu dihuni oleh seorang lansia bernama Salwiyah.
Camat Ciwandan, Agus Ariyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan survei dan menemukan bahwa kondisi rumah memang sudah sangat memprihatinkan.

“Kemarin kita survei rumah yang memang perlu perhatian, di mana yang menghuni sekarang itu sudah sepuh sekali, ibu Salwiyah,” ujarnya, Jumat (10/4).
Ia menjelaskan, robohnya bangunan disebabkan faktor usia bangunan yang sudah lama serta material konstruksi yang masih menggunakan perekat kapur, bukan semen seperti bangunan modern saat ini.
“Rumahnya mengalami roboh karena sudah tua, faktor bangunan zaman dulu, perekatnya masih pakai kapur. Separuh bagian rumah sudah roboh, itu kamar dan ruang tamu,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban kini hanya bisa menempati bagian ruang tengah rumah yang kondisinya juga tidak layak. Bahkan, saat hujan turun, bagian tersebut mengalami kebocoran.
“Sekarang tidurnya di ruang tengah saja, tapi itu juga kalau hujan bocor karena bangunan lama,” tambahnya.
Agus mengungkapkan, kondisi tersebut telah ditinjau langsung oleh Wakil Wali Kota. Dalam kunjungannya, Fajar Hadi Prabowo langsung memberikan bantuan awal kepada korban.
“Alhamdulillah, Mas Wakil langsung memberikan bantuan setelah melihat kondisi di lapangan,” katanya.
Dari sisi keluarga, Salwiyah diketahui memiliki delapan orang anak. Namun, hanya satu anak yang saat ini masih tinggal bersamanya.

“Anaknya delapan, tapi yang masih sama orang tua satu orang yang belum menikah. Sementara tujuh lainnya sudah berkeluarga, tapi kondisi ekonominya juga pas-pasan,” ungkap Agus.
Pemerintah Kota Cilegon melalui berbagai instansi juga mulai turun tangan. Dinas Sosial telah memberikan bantuan awal, sementara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tengah memproses bantuan untuk perbaikan fisik rumah.
“Dinsos sudah memberikan bantuan, dan saat ini Baznas sedang proses untuk memperbaiki fisik rumah secara bertahap,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi bangunan yang tidak memiliki struktur penopang kuat membuat rumah tersebut sangat rawan roboh total.
“Bangunannya hampir tidak ada tulangnya, hanya bata ditumpuk, jadi memang sangat rawan,” katanya.
Ke depan, pihak kecamatan juga akan berupaya mencari dukungan tambahan, baik dari pemerintah provinsi maupun program bantuan pusat, agar rumah tersebut bisa segera diperbaiki secara layak.
“Nanti kita minta bantuan juga, entah ke provinsi atau program pusat, dari mana saja yang bisa membantu,” pungkasnya. (ADV)











