CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kemacetan di kawasan industri Serang Barat menjadi perhatian serius para pelaku usaha. Persoalan tersebut mengemuka dalam diskusi Forum HRD Serang Barat yang digelar di Meeting Hall Greenotel Cilegon, Kamis, 30 Juli 2026.
Ketua Forum HRD Serang Barat, Abdul Muhi, mengatakan kemacetan tidak hanya mengganggu mobilitas pekerja, tetapi juga berdampak langsung terhadap produktivitas perusahaan.
Menurutnya, banyak karyawan datang terlambat akibat antrean kendaraan yang panjang sehingga jam kerja menjadi tidak efektif. Kondisi tersebut memaksa sejumlah perusahaan mengeluarkan biaya tambahan untuk lembur.
“Dari hasil sharing teman-teman HRD, biaya operasional meningkat karena lembur. Selain itu, risiko kecelakaan kerja di perjalanan juga semakin tinggi akibat kemacetan,” katanya.
Ia menjelaskan, gangguan terhadap kelancaran distribusi dan aktivitas produksi juga mulai dirasakan sejumlah perusahaan. Meski demikian, secara umum kondisi industri di kawasan Serang Barat masih relatif kondusif.
“Secara umum masih baik. Namun kemacetan sedikit banyak memengaruhi keterlambatan karyawan dan produktivitas perusahaan,” ujarnya.
Abdul Muhi berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan segera menghadirkan solusi terhadap persoalan kemacetan di kawasan industri Serang Barat.
“Harapan kami kawasan Serang Barat semakin kondusif, kemacetan bisa diatasi sehingga dunia usaha berkembang, investasi terus masuk, dan perusahaan dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











